Gubernur Kaltim Ajak Umat Muslim Doakan Korban Banjir Berau di Hari Raya Idul Fitri
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban banjir di Berau dan Kutai Timur dalam momen Idul Fitri, serta menekankan pentingnya solidaritas dan zakat.

Samarinda, Kalimantan Timur, 31 Maret 2024 - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk memanjatkan doa bagi para korban banjir yang melanda Kabupaten Berau. Ajakan ini disampaikan beliau pada Senin, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Peristiwa banjir tersebut telah menimbulkan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat di beberapa wilayah Kalimantan Timur.
Dalam pesan Idul Fitri-nya, Gubernur Mas'ud menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian antar sesama, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana alam. "Marilah kita tidak melupakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana ini. Mari kita doakan agar mereka diberikan kekuatan dan ketabahan, khususnya para korban yang terdampak banjir di Berau dan Kutai Timur," ujar Gubernur Mas'ud.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa dukungan moral dan doa dari seluruh masyarakat Kalimantan Timur sangat berarti bagi proses pemulihan para korban. Gubernur juga mengingatkan pentingnya memperkuat persaudaraan, menjaga toleransi, dan menghormati keberagaman yang menjadi kekayaan Kalimantan Timur. Nilai-nilai luhur ini, menurut beliau, menjadi fondasi pembangunan Kalimantan Timur yang damai, sejahtera, dan harmonis.
Solidaritas dan Zakat di Hari Raya Idul Fitri
Gubernur Mas'ud juga memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk kembali menekankan pentingnya nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Beliau mengajak masyarakat untuk saling bahu membahu membangun Kalimantan Timur yang lebih baik. "Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kekompakan. Dengan menjaga persaudaraan, toleransi, dan menghormati perbedaan, kita dapat membangun Kalimantan Timur yang lebih baik bersama-sama," tegasnya.
Selain menekankan pentingnya solidaritas dan toleransi, Gubernur Mas'ud juga kembali mengingatkan akan kewajiban zakat sebagai salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi zakat di Kalimantan Timur, menurut beliau, sangat besar, mencapai Rp6 triliun atau sekitar US$362,1 juta.
Data dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Timur menunjukkan bahwa hingga awal tahun 2025, zakat yang terkumpul telah mencapai Rp4,6 miliar, dengan kontribusi signifikan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) sekitar Rp300 juta per bulan. Hal ini menunjukkan potensi besar zakat dalam membantu meringankan beban para korban banjir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.
Harapan Pemulihan dan Kebersamaan
Diharapkan, dengan semangat Idul Fitri yang menekankan pada persaudaraan, kepedulian, dan saling membantu, masyarakat Kalimantan Timur dapat menunjukkan solidaritas nyata bagi para korban banjir di Berau dan Kutai Timur. Dukungan berupa doa, bantuan materiil, dan partisipasi aktif dalam upaya pemulihan menjadi sangat penting dalam membantu meringankan penderitaan mereka dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir.
Lebih jauh lagi, kampanye Gubernur Mas'ud untuk meningkatkan pengumpulan zakat diharapkan dapat membantu Baznas Kalimantan Timur dalam menyalurkan bantuan yang lebih efektif dan efisien kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, semangat kebersamaan dan kepedulian dapat benar-benar terwujud dalam bentuk tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Semoga dengan semangat Idul Fitri, Kalimantan Timur dapat bangkit kembali dari bencana dan membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh warganya.