Gunung Ibu Meletus, Bandara Kuabang Kao Ditutup Sementara
Bandar Udara Kuabang Kao di Halmahera Barat, Maluku Utara ditutup sementara pada 14-15 Februari 2025 akibat erupsi Gunung Ibu dan sebaran abu vulkanik, namun bandara terdekat tetap beroperasi.

Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi. Akibatnya, Bandar Udara Kuabang Kao (KAO) ditutup sementara. Penutupan ini berlangsung selama kurang lebih 24 jam, mulai 14 Februari 2025 pukul 09.38 WIT hingga 15 Februari 2025 pukul 10.00 WIT. Keputusan ini diambil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Penutupan Sementara Akibat Abu Vulkanik
Menurut Plt. Kepala Bagian Kerja Sama Internasional Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Mokhammad Khusnu, penutupan Bandara Kuabang Kao disebabkan oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Ibu. Hal ini sesuai dengan NOTAM (Notice to Airmen) Nomor: C0187/25 dan NOTAMR C0183/25. Khusnu menekankan bahwa langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan, mengacu pada Surat Edaran SE Nomor 15 Tahun 2019 dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 153 Tahun 2019 tentang Tata Cara Collaborative Decision Making (CDM) dalam penanganan dampak abu vulkanik.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bertindak berdasarkan prinsip force majeure, memperioritaskan keselamatan dan keamanan penerbangan di atas segalanya. Meskipun Bandara Kuabang Kao ditutup, Kemenhub memastikan bahwa bandara-bandara terdekat, seperti Bandar Udara Sultan Babullah, Bandar Udara Buli, dan Bandar Udara Marimoi, tetap beroperasi normal karena tidak terdampak langsung oleh abu vulkanik.
Dampak pada Penerbangan dan Langkah Mitigasi
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Ambar Suyoko, menjelaskan bahwa meskipun bandara-bandara terdekat tetap beroperasi, beberapa maskapai memilih untuk membatalkan penerbangan (cancel flight) sebagai tindakan pencegahan. Penerbangan yang terdampak langsung adalah rute Manado-Kuabang (pulang pergi) yang dilayani oleh Wings Air, dengan jadwal tiga kali seminggu (Selasa, Kamis, Sabtu).
Sebagai upaya mitigasi, Ambar Suyoko menginstruksikan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara untuk melakukan pemantauan rutin menggunakan paper test dan berkoordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, maskapai penerbangan diimbau untuk memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak, berupa full refund, penjadwalan ulang (reschedule), atau pengalihan rute (reroute) ke bandara terdekat jika memungkinkan.
Keselamatan Penerbangan Tetap Diutamakan
Kemenhub menegaskan komitmennya untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan keamanan penerbangan. Penutupan sementara Bandara Kuabang Kao merupakan langkah proaktif untuk mencegah potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Ibu. Koordinasi dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan operasional bandara dapat kembali normal setelah kondisi aman terjamin.
Seluruh pihak terkait terus memantau situasi dan perkembangan aktivitas Gunung Ibu. Informasi terkini akan terus diinformasikan kepada publik agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya. Kemenhub mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.