Harga Cabai di Pariaman Turun Jelang Ramadan, Tapi...
Harga cabai merah keriting di Pariaman turun drastis menjadi Rp36.000/kg menjelang Ramadan, disebabkan panen raya di Kerinci, namun pedagang memprediksi harga akan naik lagi.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana? Harga cabai merah keriting di Kota Pariaman, Sumatera Barat, turun signifikan menjadi Rp36.000 per kilogram menjelang Ramadan. Penurunan harga ini terjadi karena panen raya di daerah Kerinci. Pedagang, Eka Baik Leswati, mengamati penurunan harga ini sejak beberapa hari terakhir. Namun, ia memprediksi harga akan kembali naik dalam beberapa hari ke depan, mengikuti tren musiman menjelang dan selama Ramadan.
Penurunan harga cabai ini memberikan sedikit kelonggaran bagi masyarakat Pariaman yang tengah menghadapi tekanan ekonomi. Meskipun demikian, pedagang tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga di masa mendatang. Hal ini mengingat fluktuasi harga cabai yang kerap terjadi setiap tahunnya, terutama menjelang hari raya besar.
Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM juga terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, termasuk cabai. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga yang signifikan.
Penurunan Harga dan Prediksi Kenaikan
Eka Baik Leswati, seorang pedagang di Pasar Pariaman, menjelaskan bahwa penurunan harga cabai merah keriting disebabkan oleh panen raya di Kerinci. "Harga cabai turun dalam beberapa hari ini, penurunan itu disebabkan oleh adanya panen cabai di daerah Kerinci," katanya. Ia menambahkan bahwa meskipun harga turun, namun ia memperkirakan harga akan kembali naik dalam beberapa hari ke depan, seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.
Pedagang tersebut juga menuturkan bahwa tren kenaikan harga cabai menjelang Ramadan sudah menjadi hal yang biasa. Harga biasanya akan kembali turun di pertengahan Ramadan, namun akan naik lagi menjelang Lebaran. Hal ini dipengaruhi oleh faktor permintaan dan ketersediaan pasokan di pasaran.
Selain cabai merah keriting, harga cabai rawit juga mengalami penurunan, dari Rp80.000 per kilogram menjadi Rp55.000 per kilogram. Penurunan harga ini juga terjadi dalam pekan ini, sejalan dengan penurunan harga cabai merah keriting.
Pemantauan Harga dan Kondisi Pasar
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Pariaman, Alyendra, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau harga kebutuhan pokok di daerah tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh, penurunan harga cabai merah keriting di Pariaman dimulai sejak Kamis (6/2) dengan harga Rp55.000 per kilogram, kemudian turun bertahap menjadi Rp35.000 pada Selasa (18/2).
Pada periode Selasa hingga Jumat (11-14/2), harga sempat berada di angka Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai hijau keriting juga mengalami fluktuasi. Harga turun dari Rp40.000 per kilogram pada Jumat (14/2) menjadi Rp30.000 pada Selasa (18/2), dan kembali naik menjadi Rp35.000 per kilogram sejak Kamis (20/2).
Meskipun harga cabai mengalami penurunan, harga kebutuhan pokok lainnya di Pariaman masih relatif stabil. Pemerintah Kota Pariaman terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan.
Meskipun terjadi penurunan daya beli masyarakat, penurunan harga sembako ini murni disebabkan oleh panen raya. Pemerintah daerah terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan.