Hiburan Tambusai Tansa di Lapas Lubuk Basung: Warga Binaan Sambut Idul Fitri dengan Kesenian
Lembaga Pemasyarakatan Lubuk Basung, Agam, Sumatera Barat, menghadirkan kesenian tradisional Tambusai Tansa sebagai hiburan bagi pengunjung yang bersilaturahmi dengan keluarga binaan selama Idul Fitri.

Lubuk Basung, 4 April 2024 (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memberikan kejutan istimewa bagi para pengunjung yang bersilaturahmi dengan keluarga binaan selama Idul Fitri 1446 Hijriah. Mereka menghadirkan pertunjukan kesenian tradisional Minangkabau yang memukau, yaitu 'tambua tansa'. Pertunjukan ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan keterampilan warga binaan dalam melestarikan budaya.
Inisiatif ini diungkapkan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto. Beliau menjelaskan bahwa pertunjukan 'tambua tansa' dibawakan langsung oleh warga binaan Lapas Lubuk Basung. Suasana Idul Fitri di Lapas Lubuk Basung pun terasa lebih meriah dan penuh makna berkat kreativitas warga binaan ini.
"Mereka memainkan 'tambua tansa' dengan berbagai irama yang enak didengar," ungkap Budi Suharto. Pertunjukan ini bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga menjadi bukti nyata upaya Lapas Lubuk Basung dalam membina warga binaan agar tetap produktif dan memiliki keterampilan yang bermanfaat.
Warga Binaan Tampil dengan Keterampilan Tambusai Tansa
Lebih lanjut, Budi Suharto menjelaskan bahwa pertunjukan 'tambua tansa' sengaja disiapkan untuk menghibur para pengunjung yang datang untuk bersilaturahmi dengan keluarga mereka. Dengan adanya hiburan ini, diharapkan suasana kunjungan dapat lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga pengunjung dapat menikmati waktu bersama keluarga binaan mereka dengan lebih hangat.
"Hal ini sengaja kita adakan untuk menghibur para pengunjung dan mereka bisa betah," tambah Budi Suharto. Ia juga menekankan bahwa warga binaan telah berlatih secara rutin untuk menampilkan pertunjukan 'tambua tansa' yang berkualitas. Setiap ada kunjungan ke Lapas, mereka selalu siap untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Selain kesenian, warga binaan juga menunjukkan berbagai keterampilan lain. Mereka memamerkan hasil kerajinan tangan mereka, seperti kursi sofa dengan desain inovatif, ukiran dari batok kelapa, dan berbagai kerajinan bunga. Semua ini merupakan bukti nyata pembinaan yang dilakukan Lapas Lubuk Basung.
Inovasi dan Pembekalan Keterampilan untuk Masa Depan
Lapas Lubuk Basung terus berinovasi dalam membina warga binaan agar memiliki keterampilan yang bernilai ekonomis. Hal ini dilakukan agar setelah menyelesaikan masa hukuman, mereka dapat memiliki bekal untuk membuka usaha sendiri dan mandiri secara ekonomi. Dengan begitu, mereka dapat kembali berintegrasi ke masyarakat dengan lebih mudah.
"Warga binaan juga memproduksi ukiran dari batok kelapa, bunga dan lainnya," ujar Budi Suharto. Produk-produk kerajinan tangan ini tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki nilai seni dan estetika yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Lapas Lubuk Basung tidak hanya fokus pada pembinaan keamanan, tetapi juga pada pembinaan keterampilan dan kreativitas warga binaan.
"Ilmu yang diperoleh bisa menjadi bekal nantinya setelah selesai menjalankan masa hukuman," kata Budi Suharto. Dengan demikian, Lapas Lubuk Basung tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan hukuman, tetapi juga sebagai tempat pengembangan potensi dan keterampilan warga binaan untuk masa depan yang lebih baik.
Melalui berbagai inovasi dan program pembinaan yang dilakukan, Lapas Lubuk Basung berupaya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam hal pembinaan dan pemberdayaan warga binaan agar dapat kembali berintegrasi ke dalam masyarakat dengan lebih baik dan memiliki keterampilan yang bermanfaat.