Hutama Karya Gratiskan 5 Ruas Tol Trans Sumatera untuk Arus Balik Lebaran
Hutama Karya memberikan keringanan berupa pengoperasian gratis lima ruas Tol Trans Sumatera selama arus balik Lebaran 2025 untuk memberikan kenyamanan pemudik.

PT Hutama Karya (Persero) memberikan kabar gembira bagi para pemudik yang menggunakan jalur Tol Trans Sumatera (JTTS) pada arus balik Lebaran 2025. Sebagai bentuk dukungan kelancaran arus balik, Hutama Karya menggratiskan operasional lima ruas tol sepanjang periode arus balik. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban pemudik dan memastikan perjalanan yang nyaman dan lancar.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengumumkan kebijakan ini di Jakarta pada Kamis. "Kebijakan pengoperasian tanpa tarif dan pembukaan ruas fungsional ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kelancaran bagi para pengguna jalan selama arus balik Lebaran 2025," ujar Adjib. Pengumuman ini disambut positif oleh masyarakat, terutama para pemudik yang memanfaatkan jalur Trans Sumatera.
Lima ruas tol yang digratiskan terdiri dari dua ruas yang belum berbayar dan tiga ruas fungsional. Ruas tol yang belum berbayar meliputi Tol Betung - Tempino - Jambi (Betajam) Seksi 3 (Bayung Lencir - Tempino) dan Tol Binjai - Langsa (Binsa) Seksi Tanjung Pura - Pangkalan Brandan. Sementara itu, ruas fungsional yang juga digratiskan meliputi Tol Pekanbaru - Padang Seksi Padang - Sicincin (Pacin), Tol Sigli - Banda Aceh (Sibanceh) Seksi Padang Tiji - Seulimeum, dan Tol Palembang - Betung (Paltung) Seksi 2 Gerbang Tol (GT) Rengas/Musi Landas – Pangkalan Balai.
Ruas Tol Gratis dan Fungsional
Pengoperasian ruas tol gratis dan fungsional ini berlaku setiap hari hingga 10 April 2025. Untuk Tol Pacin dan Sibanceh Seksi 1, operasional berlangsung pukul 08.00-17.00 WIB, sedangkan Tol Paltung Seksi 2 beroperasi pukul 07.00-16.00 WIB. Adjib menambahkan bahwa terdapat kebijakan khusus untuk Tol Palembang - Betung, yaitu penerapan sistem one way dari arah Jambi menuju Palembang selama arus balik. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan lalu lintas dan mencegah kemacetan.
Penting untuk dicatat bahwa ruas fungsional hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I (non-bus), seperti mobil pribadi dan kendaraan kecil lainnya. Kendaraan berat seperti truk, bus, dan kendaraan non-Golongan I belum diizinkan melintas di ruas fungsional ini. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di ruas jalan yang masih dalam tahap fungsional.
Pembukaan ruas fungsional JTTS selama arus mudik Lebaran (24-31 Maret 2025) telah mendapat respons positif dari pengguna jalan, dengan total trafik mencapai 63.619 kendaraan. Ruas Padang - Sicincin menjadi yang paling diminati, dengan total 33.794 kendaraan yang melintas. Trafik tertinggi tercatat pada H-3 Lebaran (28 Maret 2025) dengan 9.783 kendaraan dan pada Hari H Lebaran (31 Maret 2025) dengan 9.997 kendaraan.
Potongan Tarif Tol di Ruas Utama
Selain pengoperasian gratis ruas tol fungsional, Hutama Karya juga memberikan potongan tarif tol sebesar 20 persen di ruas-ruas utama JTTS selama periode arus balik Lebaran 2025. Potongan tarif ini berlaku untuk semua golongan kendaraan dengan perjalanan jarak terjauh dan diberlakukan dalam dua periode, yaitu pada 3 April 2025 pukul 07.00 WIB hingga 5 April 2025 pukul 07.00 WIB serta 8 April 2025 pukul 07.00 WIB hingga 10 April 2025 pukul 07.00 WIB.
Ruas tol yang mendapatkan potongan tarif meliputi Ruas Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka), Ruas Tol Indralaya – Prabumulih (Indraprabu), Ruas Tol Pekanbaru – Dumai (Permai), Ruas Tol Indrapura – Kisaran (Inkis), dan Ruas Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat (Kutepat). Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berlangsung lancar dan nyaman bagi seluruh pemudik.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil Hutama Karya ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Kebijakan penggratisan dan diskon tarif tol diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.