Indonesia Bantah Laporan Migrasi Sukarela Warga Gaza
Kementerian Luar Negeri Indonesia membantah laporan media asing tentang rencana migrasi sukarela warga Gaza ke Indonesia untuk bekerja, menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah membahas hal tersebut dengan pihak mana pun.

Jakarta, 28 Maret 2024 - Kementerian Luar Negeri Indonesia membantah laporan media asing mengenai rencana migrasi sukarela warga Gaza ke Indonesia untuk bekerja. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Rolliansyah Soemirat, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah membahas isu tersebut dengan pihak manapun dan tidak menerima informasi terkait.
"Pemerintah Indonesia tidak pernah berbicara kepada pihak mana pun atau menerima informasi tentang rencana pemukiman kembali warga Palestina di Jalur Gaza di Indonesia seperti yang dilaporkan beberapa media asing," tegas Soemirat dalam pernyataan pers yang diterima Kamis.
Bantahan ini muncul sebagai respons terhadap laporan dari media Israel, The Times of Israel, yang mengutip laporan Channel 12 News. Laporan tersebut menyebutkan rencana program percontohan yang akan memindahkan 100 warga Gaza ke Indonesia untuk bekerja. Program yang disebut-sebut dijalankan oleh Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT), sebuah badan Kementerian Pertahanan Israel, bertujuan untuk 'mendorong migrasi sukarela warga Palestina dari Jalur Gaza'.
Klarifikasi Pemerintah Indonesia
Soemirat menekankan bahwa fokus pemerintah Indonesia saat ini adalah untuk mencapai fase kedua gencatan senjata di Jalur Gaza. Selain itu, Indonesia juga berupaya untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza berjalan tanpa hambatan dan memulai pembangunan pasca-konflik di wilayah tersebut.
Ia menambahkan bahwa Indonesia secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi baru-baru ini, yang menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak meninggalkan rakyat Palestina. Indonesia juga menyerukan pertanggungjawaban Israel atas tindakannya di Gaza di hadapan hukum internasional.
"Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung penderitaan rakyat Palestina, mengirimkan bantuan kemanusiaan, dan mendukung UNRWA," kata Menlu Retno. Ia menambahkan bahwa Indonesia telah menyerukan agar Israel bertanggung jawab atas kekejaman yang sedang berlangsung di Gaza di hadapan hukum internasional, menekankan bahwa hukum internasional harus ditaati tanpa standar ganda.
Tidak Ada Komunikasi Resmi
Laporan The Times of Israel juga mengklaim bahwa karena tidak adanya hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia, sebuah saluran komunikasi khusus dibuka untuk mengembangkan program tersebut. Namun, hal ini dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Pemerintah Indonesia menegaskan kembali bahwa belum pernah ada pembicaraan atau kesepakatan resmi terkait rencana migrasi warga Gaza ke Indonesia. Semua upaya Indonesia difokuskan pada penyelesaian konflik, bantuan kemanusiaan, dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.
Indonesia secara aktif terlibat dalam upaya internasional untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina dan memastikan kesejahteraan rakyat Palestina. Komitmen ini tercermin dalam berbagai inisiatif diplomatik dan bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia.
Dukungan Terus-Menerus untuk Palestina
Meskipun membantah laporan migrasi, Indonesia tetap menegaskan komitmennya yang kuat terhadap perjuangan rakyat Palestina. Dukungan ini mencakup bantuan kemanusiaan, advokasi diplomatik di forum internasional, dan upaya untuk mendorong perdamaian yang adil dan langgeng di kawasan tersebut.
Ke depan, Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dan melanjutkan upaya diplomatiknya untuk mendukung rakyat Palestina. Pemerintah Indonesia berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan memastikan kesejahteraan rakyat Palestina.