Jalur Pendakian Gunung Ciremai Dibuka Kembali!
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) resmi membuka kembali seluruh jalur pendakian mulai 3 April 2025, dengan aturan ketat demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan pendaki.

Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat, kembali dibuka untuk para pendaki! Setelah penutupan sementara untuk pemulihan ekosistem, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mengumumkan dibukanya kembali seluruh jalur pendakian mulai Kamis, 3 April 2025. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kepala Balai TNGC, Toni Anwar, di Kuningan, Jawa Barat. Pembukaan jalur pendakian ini disambut antusias oleh para pendaki yang telah lama menantikan momen ini.
Keputusan untuk membuka kembali jalur pendakian ini diambil setelah dilakukan rangkaian pemeliharaan jalur dan pemulihan ekosistem Gunung Ciremai. Proses pemulihan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan keselamatan para pendaki. Dengan dibukanya kembali jalur pendakian, diharapkan dapat kembali menghidupkan sektor pariwisata di sekitar Gunung Ciremai dan memberikan kesempatan bagi para pecinta alam untuk menikmati keindahan alamnya.
Namun, pembukaan jalur pendakian ini tidak serta-merta tanpa syarat. Balai TNGC menerapkan aturan ketat bagi para pendaki untuk memastikan kelestarian lingkungan dan keselamatan selama pendakian. Aturan ini meliputi pendaftaran resmi melalui sistem daring atau di pos pendakian, membawa surat keterangan sehat, dan mematuhi batas kuota pendaki per hari untuk mencegah kelebihan kapasitas. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem Gunung Ciremai dan kenyamanan para pendaki.
Aturan Ketat Demi Kelestarian dan Keselamatan
Kepala Balai TNGC, Toni Anwar, menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab para pendaki dalam menjaga kebersihan lingkungan. "Demi keselamatan, pendaki juga diwajibkan membawa perlengkapan sesuai standar keamanan serta menerapkan prinsip zero waste hiking, yakni membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan," ujarnya. Aturan ini bertujuan untuk meminimalisir dampak negatif aktivitas pendakian terhadap lingkungan Gunung Ciremai.
Selain itu, para pendaki juga diwajibkan untuk mematuhi semua aturan dan regulasi yang berlaku di kawasan TNGC. Hal ini meliputi aturan mengenai waktu pendakian, jalur pendakian yang diperbolehkan, dan larangan-larangan tertentu demi menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan. Dengan mematuhi aturan ini, diharapkan pendakian dapat berjalan lancar dan aman.
Penerapan aturan ketat ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas pendaki. Mereka menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan Gunung Ciremai agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Komitmen bersama antara pengelola dan pendaki sangat penting untuk keberhasilan upaya pelestarian ini.
Antusiasme Pendaki
Pembukaan jalur pendakian Gunung Ciremai disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pendaki. Banyak dari mereka yang telah merencanakan pendakian ke gunung tertinggi di Jawa Barat ini, termasuk Rudin, warga Cirebon, yang berencana mendaki via Jalur Linggasana bersama empat rekannya pada pekan ini untuk mengisi waktu libur Lebaran. "Saya sudah dapat info, jalur pendakian sudah dibuka. Saya pribadi menyambut baik kabar ini," kata Rudin.
Antusiasme ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan pendakian gunung. Namun, antusiasme ini harus diimbangi dengan kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan selama pendakian. Dengan demikian, Gunung Ciremai dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan mendatang.
Balai TNGC berharap dengan dibukanya kembali jalur pendakian ini, dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisata. Namun, hal ini harus tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Semoga dengan aturan yang ketat, Gunung Ciremai tetap lestari dan menjadi destinasi pendakian yang aman dan nyaman.
Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh para pendaki:
- Pendaftaran resmi melalui sistem daring atau di pos pendakian.
- Membawa surat keterangan sehat.
- Mematuhi batas kuota pendaki per hari.
- Membawa perlengkapan sesuai standar keamanan.
- Menerapkan prinsip zero waste hiking.
- Mematuhi semua aturan dan regulasi yang berlaku di kawasan TNGC.
Dengan kerjasama dan kesadaran bersama, mari kita jaga kelestarian Gunung Ciremai untuk generasi mendatang.