Jelang Lebaran, Pos Cianjur Catat Transaksi Remitansi Pekerja Migran Capai Rp52 Miliar
Transaksi pengiriman uang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Cianjur melalui PT Pos Indonesia Cabang Cianjur menjelang Lebaran 1444 H mencapai Rp52 miliar, meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Cianjur, Jawa Barat, 27 Maret 2024 - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, PT Pos Indonesia Cabang Cianjur mencatat transaksi pengiriman uang dari pekerja migran Indonesia (PMI) asal Cianjur melalui Western Union (WU) mencapai angka yang fantastis, yaitu Rp52 miliar. Angka ini menunjukkan peran penting Pos Indonesia dalam menyalurkan rezeki para PMI kepada keluarga mereka di tanah air. Namun, di balik capaian tersebut, terdapat penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Supervisor Pelayanan dan Pengawasan Pos Indonesia Cabang Cianjur, Awal Khusna, mengungkapkan bahwa transaksi pengiriman uang memang mengalami peningkatan signifikan sejak awal bulan Ramadhan. "Setiap harinya, transaksi mencapai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar," ujar Khusna. Namun, angka ini masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp4 miliar hingga Rp5 miliar per hari. Penurunan ini cukup signifikan, sekitar 50 persen.
Sebagian besar pengiriman uang tersebut berasal dari negara-negara di Timur Tengah, terutama Arab Saudi, serta beberapa negara Asia seperti Malaysia dan Singapura. Total transaksi selama 26 hari terakhir mencapai Rp52 miliar, yang menunjukkan kontribusi besar para PMI terhadap perekonomian keluarga dan daerah asal mereka. Meskipun mengalami penurunan, layanan pengiriman uang melalui Pos Indonesia tetap menjadi pilihan utama bagi banyak PMI dan keluarganya.
Penurunan Transaksi dan Dampaknya
Awal Khusna menjelaskan bahwa penurunan transaksi pengiriman uang tahun ini dibandingkan tahun lalu disebabkan oleh beberapa faktor. Munculnya berbagai layanan pengiriman uang internasional selain Pos Indonesia menjadi salah satu penyebabnya. Para PMI kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengirimkan uang kepada keluarga mereka. "Penurunan ini dirasakan oleh seluruh kantor Pos di Indonesia," tambahnya.
Meskipun demikian, Pos Indonesia tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Layanan pengiriman uang tetap beroperasi bahkan pada hari raya Idul Fitri. Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi para PMI dan keluarga yang ingin mencairkan uang kiriman dari luar negeri, meskipun pencairannya terlambat.
Kantor Pos Cianjur membuka layanan selama Lebaran untuk memastikan aksesibilitas bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pencairan uang kiriman. Langkah ini menunjukkan dedikasi Pos Indonesia dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, terutama di momen-momen penting seperti Lebaran.
Testimoni Warga
Hadijah Masri (45), warga Kecamatan Cilaku, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas layanan yang diberikan oleh kantor Pos Indonesia. Ia mengaku sangat terbantu dengan dibukanya layanan kantor pos selama Lebaran, karena ia berencana mencairkan uang kiriman dari anaknya yang bekerja di luar negeri. "Pelayanan maksimal dari kantor pos, sehingga kami tidak akan ragu mencairkan uang meski hari Lebaran sekalipun karena tetap memberikan pelayanan bagi warga," ujarnya.
Testimoni Hadijah mewakili banyak warga Cianjur yang mengandalkan layanan Pos Indonesia untuk menerima kiriman uang dari sanak saudara mereka yang bekerja sebagai PMI. Keberadaan Pos Indonesia sebagai lembaga yang terpercaya dan memberikan layanan prima, khususnya selama Lebaran, sangat berarti bagi mereka.
Ke depannya, Pos Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan layanannya dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta persaingan di sektor pengiriman uang internasional. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan peran Pos Indonesia dalam menunjang perekonomian masyarakat, khususnya bagi para PMI dan keluarga mereka.