KAI Prioritaskan Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan Jelang Lebaran 2025
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan tiga prinsip utama: keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, dengan peningkatan infrastruktur dan teknologi untuk angkutan Lebaran 2025.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman bagi para penumpang selama masa angkutan Lebaran 2025. Hal ini disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI, Salusra Wijaya, seusai Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2025 di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 24 Maret 2025. KAI memprioritaskan tiga prinsip utama: keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan angkutan Lebaran yang aman, nyaman, dan lancar.
Salusra Wijaya menekankan bahwa keselamatan dan keamanan merupakan fondasi utama kenyamanan penumpang. "Tanpa keselamatan dan keamanan, kenyamanan tidak akan terwujud," tegasnya. Untuk mendukung prinsip tersebut, KAI telah menginvestasikan anggaran triliunan rupiah untuk meningkatkan kualitas prasarana dan sarana, meminimalisir potensi kecelakaan.
Periode angkutan Lebaran 2025 berlangsung dari 21 Maret hingga 11 April 2025. KAI Daop 8 Surabaya menyediakan total 58 perjalanan kereta api, meningkat 7,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tersedia 25.966 tempat duduk setiap harinya, atau total 571.252 tempat duduk selama periode tersebut. KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman dengan persiapan matang, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan kerja keras seluruh karyawan.
Peningkatan Infrastruktur dan Layanan Digital
KAI telah meningkatkan infrastruktur dan sarana untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang. Peningkatan ini meliputi perbaikan jalur kereta api, stasiun, dan lokomotif. Selain itu, KAI juga mendorong penggunaan aplikasi Access by KAI untuk pemesanan tiket dan informasi perjalanan real-time. "Layanan ini diharapkan dapat memudahkan pelanggan dalam merencanakan perjalanan," ujar Salusra Wijaya.
Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, menambahkan bahwa KAI telah menetapkan 12 titik daerah pantauan khusus (dapsus) untuk memastikan kelancaran perjalanan. Pengawasan dilakukan melalui pemantauan langsung dan sistem CCTV. "Kami ada 12 titik dapsus dan itu sudah disiagakan pekerja-pekerja untuk mengawasi. Selain itu, kami pasang CCTV di titik-titik yang memang kami anggap perlu," katanya.
Untuk meningkatkan keamanan, KAI Daop 8 Surabaya berkolaborasi dengan pihak berwajib dan mengerahkan 621 personel keamanan di stasiun, di dalam, dan jalur kereta api. Personel tersebut terdiri dari 123 anggota Polsuska, 408 petugas keamanan internal KAI, serta 90 personel eksternal dari TNI/Polri. Keandalan sarana juga dipastikan melalui ramp check atau pemeriksaan kelaikan operasional lokomotif dan kereta.
Keselamatan dan Keamanan Terjamin
KAI memastikan kesiapan sarana transportasi dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh. "Sebanyak 56 lokomotif, 370 kereta penumpang, 35 kereta pembangkit, 16 KRD, dan 19 kereta bagasi siap dioperasikan guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggan KAI Daop 8 Surabaya," jelas Wisnu Pramudyo. Dengan langkah-langkah tersebut, KAI berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang selama perjalanan mudik Lebaran 2025.
KAI juga menghimbau para penumpang untuk memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk mempermudah proses pemesanan tiket dan memantau perjalanan secara real-time. Dengan adanya peningkatan infrastruktur, pengamanan yang ketat, dan layanan digital yang terintegrasi, KAI optimis dapat memberikan layanan terbaik dan memastikan perjalanan mudik Lebaran 2025 berjalan lancar, aman, dan nyaman.
Selain itu, KAI juga memastikan bahwa seluruh armada kereta api telah menjalani pemeriksaan kelaikan operasional secara menyeluruh untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang. Hal ini menunjukkan komitmen KAI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa angkutan Lebaran.