Kapal Pesiar Mewah MS Amadea Berlabuh di Sabang, Bawa Ratusan Wisatawan
Kapal pesiar MS Amadea dengan 521 penumpang dan 322 awak kapal singgah di Sabang, Aceh, memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi lokal.

Sabang, Aceh, kedatangan tamu istimewa pada Jumat, 21 Maret 2025. Kapal pesiar mewah MS Amadea, berbendera Bahama, sandar di Pelabuhan CT3, membawa 521 penumpang dan 322 awak kapal. Kedatangan kapal pesiar ini bukan yang pertama kali; MS Amadea telah beberapa kali mengunjungi Sabang sebagai bagian dari rute wisata internasionalnya. Kehadiran kapal pesiar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan sektor pariwisata Sabang.
Kedatangan MS Amadea disambut hangat oleh Deputi Komersial dan Investasi BPKS, Jeliteng Pribadi. Ia menyatakan bahwa kunjungan kapal pesiar ini merupakan bukti daya tarik wisata Sabang di mata internasional. Kapal yang dinahkodai oleh Capt. Fronenbroek Robert Christiaan tiba pukul 06.00 WIB dan berhasil bersandar dengan sempurna sekitar pukul 07.00 WIB. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan infrastruktur pelabuhan Sabang dalam menerima kapal pesiar berukuran besar.
MS Amadea, dengan bobot 28.856 GT, dioperasikan oleh Phoenix Reisen, perusahaan yang juga mengelola kapal pesiar lain seperti MS Artania dan MS Albatros, yang juga sering mengunjungi Sabang. Kunjungan-kunjungan berulang ini menandakan kepercayaan perusahaan terhadap potensi pariwisata Sabang dan pengelolaan pelabuhan yang baik.
Pesona Sabang Menarik Perhatian Wisatawan Mancanegara
Para wisatawan yang turun dari MS Amadea tampak antusias menjelajahi keindahan Sabang. Mereka terlihat menikmati pemandangan alam yang memukau dan kekayaan budaya lokal. Banyak di antara mereka yang menggunakan becak motor untuk berkeliling kota, merasakan sensasi transportasi tradisional sambil menikmati keindahan kota dari dekat. Suasana semarak terlihat di sekitar Pelabuhan CT3, di mana para wisatawan berbelanja berbagai buah tangan khas Sabang.
Kehadiran ratusan wisatawan ini memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal. Para pedagang kecil dan UMKM di sekitar pelabuhan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Sabang.
Jeliteng Pribadi berharap kunjungan MS Amadea dapat menjadi contoh bagi kapal pesiar mewah lainnya untuk mengunjungi Sabang. BPKS berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan di pelabuhan guna menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
Dampak Positif Bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Pemerintah daerah dan BPKS menyadari pentingnya pengembangan sektor pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat Sabang. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan pariwisata. Kunjungan MS Amadea menjadi bukti nyata bahwa upaya tersebut membuahkan hasil dan menarik minat wisatawan internasional.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, kunjungan kapal pesiar juga berdampak positif terhadap promosi wisata Sabang. Para wisatawan yang datang akan menyebarkan pengalaman positif mereka kepada orang lain, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan di masa mendatang. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah.
Keberhasilan Sabang dalam menarik kapal pesiar mewah seperti MS Amadea menunjukkan potensi besar pariwisata Sabang. Dengan pengelolaan yang baik dan peningkatan fasilitas, Sabang dapat menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Dengan komitmen pemerintah daerah dan BPKS untuk terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan, diharapkan Sabang akan menjadi destinasi wisata yang semakin diminati oleh wisatawan mancanegara. Kunjungan MS Amadea menjadi langkah awal yang baik untuk mencapai tujuan tersebut.
Ke depan, diharapkan akan lebih banyak lagi kapal pesiar mewah yang singgah di Sabang, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sabang. Hal ini akan memperkuat posisi Sabang sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan.