Kepala Basarnas Baru Buka Diri untuk Kritik dan Saran demi Tingkatkan Layanan SAR
Kepala Basarnas yang baru, Mohammad Syafii, mengajak seluruh pihak untuk memberikan saran dan kritik demi meningkatkan pelayanan pencarian dan pertolongan (SAR).

Jakarta, 24 Februari 2024 - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii, resmi dilantik pada Jumat (21/2) dan langsung menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan SAR. Dalam pidato serah terima jabatan yang disiarkan daring pada Senin, Syafii menekankan pentingnya kolaborasi dan masukan dari berbagai pihak. Ia menyatakan bahwa Basarnas, meskipun bertanggung jawab langsung kepada Presiden, bertugas utama demi kemanusiaan, sehingga kritik dan saran sangat dibutuhkan.
Syafii, yang menggantikan Marsekal Madya TNI Kusworo, menyatakan kesiapannya menerima evaluasi menyeluruh. Hal ini meliputi evaluasi tugas pokok Basarnas, pengelolaan sumber daya manusia, hingga peningkatan sarana dan prasarana. Menurutnya, semua masukan tersebut akan menjadi bekal penting dalam mengembangkan organisasi Basarnas ke depan. "Sebagai orang baru di Basarnas, kami sangat mengharapkan kerja sama dan masukan dari berbagai pihak," ujarnya.
Lebih lanjut, Syafii juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung profesionalisme personel Basarnas. Dukungan keluarga, menurutnya, sangat krusial mengingat tugas SAR yang berat dan menyangkut harapan banyak orang yang tengah menghadapi situasi sulit. Ia berharap dukungan ini dapat mendorong personel Basarnas untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugasnya.
Pentingnya Profesionalisme dan Optimalisasi Potensi
Dalam pidatonya, Syafii juga membahas pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas SAR. Ia menegaskan bahwa profesionalisme Basarnas bukan hanya terletak pada kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga pada kejelian dan kepedulian setiap individu dalam organisasi. "Kejelian dalam memanfaatkan seluruh potensi yang ada, serta kepedulian yang diwujudkan dalam aksi nyata. Hal ini sederhana, tetapi sangat mendasar," tegas Syafii.
Syafii yang memiliki pengalaman di bidang personalia di Mabes TNI, bertekad untuk melakukan restorasi manajemen Basarnas agar lebih optimal. Ia berkomitmen untuk memaksimalkan fasilitas yang ada guna menghadapi berbagai tantangan dalam operasi SAR. Hal ini menunjukkan keseriusannya dalam membangun Basarnas menjadi lembaga pemerintah yang profesional, modern, dan teruji.
Syafii juga menyampaikan bahwa tugas Basarnas bukan sekadar kewajiban, melainkan juga bagian dari ibadah. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap operasi SAR yang dilakukan.
Sumpah Jabatan dan Komitmen Terhadap Kemanusiaan
Saat pelantikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Syafii mengucapkan sumpah jabatan. Ia bersumpah untuk setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya. Sumpah ini menunjukkan komitmennya untuk menjalankan tugas sebagai Kepala Basarnas dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
Dengan komitmennya yang kuat untuk meningkatkan pelayanan SAR dan membuka diri terhadap kritik dan saran, diharapkan Basarnas di bawah kepemimpinan Syafii akan semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, menjadi kunci keberhasilan Basarnas dalam menjalankan tugas kemanusiaan yang mulia ini.