Kota Tangerang Targetkan 1.000 Peserta KB Gratis di 2025
Dinas DP3AP2KB Kota Tangerang menggelar program KB gratis dengan target 1.000 peserta di tahun 2025 untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan reproduksi.

Kota Tangerang, Banten, menargetkan peningkatan jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) hingga 1.000 orang pada tahun 2025. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar Sopian. Program ini diluncurkan melalui Gebyar Pelayanan KB gratis yang berlangsung sejak 14 Februari 2025 di seluruh puskesmas Kota Tangerang.
Gebyar KB Gratis: Upaya Pengendalian Penduduk
Gebyar pelayanan KB gratis ini merupakan bagian dari strategi DP3AP2KB untuk mencapai target 1.000 peserta KB baru pada tahun 2025. Program ini menyediakan berbagai alat kontrasepsi secara gratis, termasuk pil KB, suntik KB, IUD, dan implan. Layanan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses mudah dan terjangkau terhadap alat kontrasepsi, serta sebagai bagian dari upaya pengendalian pertumbuhan penduduk Kota Tangerang.
"Program ini berlangsung hingga 21 Februari," jelas Tihar Sopian. "Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini karena tidak dipungut biaya. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dengan jumlah penerima layanan yang cukup banyak hanya dalam beberapa hari pertama." Lebih lanjut, Tihar menambahkan bahwa program ini juga bertujuan promotif dan preventif, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.
Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Reproduksi
Selain menyediakan alat kontrasepsi, program ini juga menekankan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perencanaan kehamilan dan kesehatan reproduksi. Dengan memberikan jarak kelahiran yang ideal, diharapkan dapat mencegah potensi masalah kesehatan ibu dan anak, serta membantu dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang yang mencatat pertumbuhan penduduk sebesar 0,77 persen pada tahun 2024, dengan total penduduk mencapai 1,9 juta jiwa.
drg. Muhammad Ilham, Kepala Puskesmas Jurumudi Baru, mengungkapkan antusiasme warga terhadap program ini sangat tinggi. "Alhamdulillah, antusiasme sangat besar untuk Gebyar Pelayanan KB di Puskesmas Jurumudi Baru. Hari ini saja, sudah ada pasien pemasangan IUD, pasien implan dan juga suntik KB. Namun, kami juga tidak dapat berhenti di sini karena harus terus mensosialisasikan dan mengedukasi tentang pentingnya KB," ujarnya.
Target 1.000 Peserta dan Tantangan ke Depan
Target 1.000 peserta KB baru pada tahun 2025 merupakan tantangan yang cukup signifikan. DP3AP2KB Kota Tangerang akan terus berupaya untuk mensosialisasikan program ini secara lebih luas kepada masyarakat. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain itu, peningkatan kualitas layanan dan edukasi kesehatan reproduksi juga akan terus ditingkatkan untuk memastikan program ini memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat Kota Tangerang.
Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat kontrasepsi, tetapi juga pada pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Tangerang, khususnya dalam hal kesehatan reproduksi dan pengendalian pertumbuhan penduduk.
Data dari Disdukcapil Kota Tangerang menunjukkan rincian penduduk pada tahun 2024, yaitu 989.880 jiwa laki-laki dan 974.090 jiwa perempuan. Angka ini menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan program KB ke depannya. DP3AP2KB berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi program ini secara berkala agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.