KSOP Ternate Imbau Pemudik: Jangan Duduk di Dek Kapal!
KSOP Ternate mengingatkan pemudik agar tidak duduk di dek kapal saat berlayar untuk menghindari risiko kecelakaan laut, terutama pada kapal cepat dan kapal kayu kecil.

Ternate, 29 Maret 2025 - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Maluku Utara, mengeluarkan imbauan penting bagi para pemudik yang akan menggunakan jalur laut. Imbauan tersebut menekankan larangan bagi penumpang untuk duduk di atas dek kapal, khususnya kapal cepat dan kapal kayu kecil, selama pelayaran berlangsung. Imbauan ini dikeluarkan menyusul beberapa kejadian penumpang jatuh dari kapal dan meninggal dunia.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar dan Patroli KSOP Kelas II Ternate, Sugandi, menjelaskan bahwa meskipun penumpang terlihat duduk di dalam kapal saat masih di dermaga, mereka sering berpindah ke dek kapal begitu kapal mulai berlayar. Hal ini, menurut Sugandi, sangat berbahaya dan berisiko tinggi, terutama ketika kapal menghadapi gelombang tinggi.
"Memang kenyataannya pada saat kapal masih berlabuh di dermaga mereka calon penumpang ini mereka duduknya di dalam, tetapi pada saat kapal ke luar dari dermaga dan mulai berlayar maka mereka mulai berpindah ke top dek kapal," ungkap Sugandi saat dikonfirmasi ANTARA, Sabtu. Ia menambahkan bahwa pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan kepatuhan penumpang dan nahkoda terhadap aturan ini.
Pengawasan Ketat dan Potensi Bahaya
KSOP Ternate menyadari tantangan dalam pengawasan di lapangan. Untuk memastikan efektivitas pengawasan, KSOP akan mengerahkan kapal patroli dan berkolaborasi dengan pihak eksternal seperti Kepolisian dan lembaga terkait lainnya. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa yang mengakibatkan hilangnya nyawa penumpang.
Sugandi menegaskan bahwa aturan larangan duduk di dek kapal saat berlayar bukanlah tanpa alasan. Risiko jatuh ke laut sangat tinggi, terutama pada kapal kecil yang mudah terombang-ambing gelombang. "Larangan ini ditujukan terkait keselamatan, karena kalau tidak diingatkan maka sangat berisiko penumpang akan jatuh ke laut saat dalam pelayaran tiba-tiba dihantam gelombang tinggi," jelasnya.
Imbauan ini sangat penting mengingat banyaknya penumpang yang menggunakan jalur laut untuk mudik lebaran. KSOP Ternate berharap agar semua pelayaran dapat berjalan lancar dan aman sampai tujuan, khususnya selama musim mudik Idul Fitri 2025.
Imbauan Keselamatan dan Kasus Sebelumnya
KSOP Ternate telah beberapa kali mengingatkan masyarakat akan pentingnya keselamatan berlayar. Imbauan ini didasari oleh kejadian nyata di mana penumpang jatuh ke laut selama pelayaran dari Ternate menuju Pulau Makian dan Pulau Kayoa. Beberapa kasus bahkan berakhir dengan hilangnya nyawa penumpang, dengan korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah pencarian selama satu minggu.
Salah satu kasus yang mengemuka adalah hilangnya seorang penumpang yang jatuh ke laut selama pelayaran dari Ternate ke Pulau Makian. Penumpang tersebut ditemukan meninggal dunia setelah pencarian yang berlangsung selama satu minggu. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan berlayar.
KSOP Ternate berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama selama musim mudik lebaran Idul Fitri 2025. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus mudik dan balik melalui jalur laut di wilayah Maluku Utara.
"Kita berharap semua pelayaran, terutama pada musim arus mudik lebaran ini bisa berjalan lancar hingga tiba di tujuan aman dan selamat," tegas Sugandi. KSOP Ternate mengimbau seluruh pemudik untuk selalu memprioritaskan keselamatan selama perjalanan.
Kesimpulan
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan para pemudik dapat lebih waspada dan menaati aturan keselamatan berlayar. Kerjasama antara KSOP Ternate, pihak kepolisian, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan keamanan dan kelancaran arus mudik lebaran Idul Fitri 2025 di wilayah Maluku Utara.