Lahan Gagal Panen Disulap Jadi Destinasi Wisata Andalan di Muara Enim
Desa Pinang Banjar, Muara Enim, sukses mengubah lahan pertanian gagal panen menjadi tempat wisata unggulan yang mendongkrak perekonomian warga dan meraih penghargaan tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan, telah berhasil mengubah lahan pertanian yang selama bertahun-tahun gagal panen menjadi destinasi wisata andalan. Inovasi warga ini berawal dari permasalahan lahan yang sering tergenang banjir di musim hujan dan kering kerontang di musim kemarau, sehingga tidak cocok untuk pertanian. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga menarik wisatawan domestik dan mancanegara, termasuk dari India, Malaysia, dan Thailand.
Berkat transformasi ini, Desa Pinang Banjar meraih penghargaan tempat wisata terbaik tingkat Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2024. Prestasi ini merupakan bukti nyata keberhasilan warga dalam mengelola potensi wisata yang ada. Penghargaan tersebut juga didapatkan dari ajang Anugerah Pesona Desa Wisata (APDW) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2024, di mana Desa Wisata Pinang Banjar meraih juara dua untuk kategori Daya Tarik Pengunjung.
Dedi Irawansyah, pengelola wisata Pinang Banjar, menjelaskan bahwa ide pengembangan wisata ini muncul setelah warga melihat keindahan kawasan tersebut saat terendam air di musim hujan (Desember-Juni). Keindahan pepohonan yang rimbun dan area yang tergenang seperti danau, mendorong warga untuk menyediakan perahu bagi wisatawan yang ingin mengelilingi kawasan tersebut. Sedangkan di musim kemarau (Juli-November), lahan kering yang luas dimanfaatkan untuk kegiatan kemping dan festival layang-layang.
Transformasi Lahan Pertanian Menjadi Destinasi Wisata
Keberhasilan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian warga melalui berbagai kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rata-rata UMKM di Desa Pinang Banjar meraih keuntungan hingga Rp800.000 per hari. Jumlah kunjungan wisatawan juga cukup signifikan, mencapai lebih dari 2.000 orang per bulan. Hal ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar dari sektor pariwisata di desa tersebut.
Selain itu, pengelola wisata juga telah menyediakan berbagai fasilitas untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan, terutama bagi mereka yang menikmati wisata perairan. Penyediaan pelampung untuk penumpang perahu, misalnya, telah terbukti efektif dalam mencegah kecelakaan selama hampir lima tahun terakhir. Dengan inovasi ini, warga Desa Pinang Banjar juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muara Enim.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola potensi lokal dan mengatasi permasalahan pertanian yang kurang produktif. Dengan pengelolaan yang tepat dan memanfaatkan potensi alam yang ada, lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat disulap menjadi sumber pendapatan dan kemajuan ekonomi bagi masyarakat.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Wisata Pinang Banjar
Melalui kontribusi PAD yang diberikan, pengelola wisata Pinang Banjar berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata tersebut. Peningkatan kualitas infrastruktur dan fasilitas wisata akan semakin menarik minat wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Dukungan pemerintah sangat penting untuk keberlanjutan dan pengembangan wisata Pinang Banjar di masa mendatang.
Keberhasilan Desa Pinang Banjar dalam mengubah lahan pertanian yang gagal panen menjadi destinasi wisata yang sukses, membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi dapat mengatasi permasalahan dan menciptakan peluang ekonomi baru. Kisah sukses ini patut menjadi inspirasi bagi daerah lain yang memiliki tantangan serupa.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan pemerintah, Desa Wisata Pinang Banjar berpotensi untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Sumatera Selatan, bahkan Indonesia.