Luhut: Danantara Butuh Profesional untuk Kelola Investasi Triliunan Rupiah
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) demi memaksimalkan potensi investasi strategis Indonesia.

Jakarta, 19 Februari 2024 - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan pentingnya menempatkan individu-individu profesional dalam jajaran pengelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Hal ini disampaikan Luhut dalam acara The Economic Insights 2025 di Jakarta, Rabu lalu. Pernyataan tersebut muncul seiring dengan rencana pengembangan Danantara sebagai instrumen strategis untuk mengelola dan meningkatkan investasi di Indonesia.
Pembentukan Danantara dinilai sebagai langkah krusial dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Luhut optimistis aset yang dikelola Danantara dapat meningkat hingga 5-6 kali lipat. Hal ini didasarkan pada rencana investasi pada proyek-proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan. Keberhasilan pengelolaan Danantara akan sangat bergantung pada kualitas dan kapabilitas tim pengelolanya.
Luhut mencontohkan beberapa proyek potensial yang dapat dikelola Danantara, antara lain pengembangan rumput laut yang memiliki prospek cerah berkat riset yang maju, potensi penyerapan tenaga kerja yang tinggi, dan biaya produksi yang relatif rendah. Selain itu, proyek genome sequencing juga dianggap menjanjikan untuk peningkatan ketahanan pangan nasional. Proyek-proyek di sektor digital juga mendapat sorotan, dengan harapan Indonesia dapat mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) setara dengan DeepSeek dan ChatGPT.
Profesionalisme dan Transparansi sebagai Kunci Sukses Danantara
Luhut menekankan perlunya struktur organisasi Danantara yang diisi oleh individu-individu yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni. “Pengurus Danantara itu harus betul-betul orang yang profesional,” tegas Luhut. Tidak hanya itu, Luhut juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Danantara, khususnya dalam kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Lebih lanjut, Luhut berharap Danantara memiliki kewenangan untuk melakukan joint venture dengan berbagai pihak. “Jadi perusahaan-perusahaan BUMN ini manajemennya harus transparan. Ini satu langkah lagi yang sangat baik dengan kita memasukkan standar manajemen internasional masuk di perusahaan-perusahaan negara ini,” ujarnya. Penerapan standar manajemen internasional diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan investasi.
Dia juga menyoroti potensi besar talenta digital Indonesia, yang telah terbukti mampu mengembangkan aplikasi-aplikasi seperti PeduliLindungi, Simbara, dan e-katalog. Potensi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan sektor digital di Indonesia, termasuk dalam pengembangan AI.
Dukungan Masyarakat untuk Keberhasilan Danantara
Di akhir pernyataan, Luhut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung penuh keberhasilan Danantara. “Saya sangat optimistis dengan hal ini semua. Saya ingin, ayo kita kompak bersama-sama membahu membuat Indonesia lebih bagus ke depannya,” ajaknya. Dukungan masyarakat dianggap penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memastikan keberhasilan program-program strategis yang dikelola Danantara.
Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, serta dukungan penuh dari masyarakat, Danantara diharapkan mampu menjadi katalis percepatan pembangunan ekonomi Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Investasi strategis yang dikelola Danantara diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan menciptakan lapangan kerja baru.