Danantara: Investasi Rp300 Triliun untuk Indonesia Maju, Jaga Transparansi dan Integritas
CEO Danantara, Rosan Roeslani, tegaskan investasi Rp300 triliun dikelola transparan dan berintegritas, sesuai arahan Presiden Prabowo, untuk proyek strategis nasional.

Jakarta, 27 Februari 2024 - CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menekankan pengelolaan investasi senilai Rp300 triliun (sekitar US$20 miliar) akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan integritas. Hal ini disampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2025 pada Rabu (26/2). Investasi tersebut berasal dari refocusing anggaran negara yang sebelumnya dinilai kurang efisien dan tepat sasaran.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Rosan menegaskan bahwa prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) menjadi dasar pengelolaan seluruh investasi Danantara. "Kita harus melaksanakan ini dengan tata kelola perusahaan yang baik, transparan, hati-hati, dan yang terpenting, dengan integritas yang baik," ujar Rosan.
Danantara, sebagai lembaga pengelola investasi milik pemerintah sepenuhnya, memiliki 99 persen sahamnya dipegang oleh lembaga tersebut, sementara 1 persen sisanya dimiliki oleh Kementerian BUMN dalam bentuk saham seri A. Meskipun persentasenya kecil, saham seri A ini memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen Danantara dan berperan penting dalam mencapai tujuan investasi yang lebih strategis.
Investasi Strategis untuk Indonesia Maju
Sebagai lembaga investasi yang diamanatkan pemerintah, Danantara bertugas untuk berinvestasi di sektor-sektor yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia. Investasi yang dilakukan diharapkan memberikan manfaat jangka pendek dan dampak positif yang signifikan bagi generasi mendatang.
Rosan menjelaskan bahwa tujuan investasi Danantara adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen pada tahun 2029. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di kisaran 5,2 hingga 5,3 persen, berdasarkan proyeksi Bank Dunia dan OECD.
Dana sebesar Rp300 triliun tersebut akan disalurkan ke lebih dari 20 proyek strategis nasional. Beberapa di antaranya meliputi proyek hilirisasi nikel, bauksit, dan tembaga; pengembangan pusat data; pengembangan kecerdasan buatan (AI); kilang minyak dan petrokimia; serta proyek produksi pangan dan protein, akuakultur, dan energi baru dan terbarukan.
Transparansi dan Akuntabilitas
Rosan secara khusus menekankan komitmen Danantara terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses investasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana yang dikelola digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Komitmen terhadap transparansi ini juga mencakup keterbukaan informasi kepada publik mengenai pengelolaan investasi Danantara. Informasi mengenai proyek-proyek yang didanai, kemajuan proyek, dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia akan dipublikasikan secara berkala.
Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, Danantara diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga investasi lainnya di Indonesia dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Proyeksi Masa Depan Danantara
Danantara diproyeksikan untuk mengelola aset lebih dari US$900 miliar di masa mendatang. Hal ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan Danantara dalam mengelola investasi dan mencapai tujuan strategisnya.
Dengan sumber daya yang signifikan dan komitmen terhadap transparansi dan integritas, Danantara diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mewujudkan Indonesia Maju.
Keberhasilan Danantara dalam mengelola investasi ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan strategi pembangunan ekonomi jangka panjang Indonesia.