Mahasiswa UI Raih Medali Perak Indonesia Teacher Prize 2025
Mahasiswa Terapi Okupasi UI, Darren Benardy, raih medali perak dalam Indonesia Teacher Prize 2025 berkat metode pengajaran inovatifnya yang menggabungkan tren terkini dan sistem poin.

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Darren Benardy, berhasil meraih medali perak dalam kompetisi bergengsi Indonesia Teacher Prize (ITP) 2025. Darren, mahasiswa Program Studi Terapi Okupasi di Program Pendidikan Vokasi UI, menunjukkan kemampuan pedagogisnya yang luar biasa dengan mengaplikasikan metode pengajaran inovatif. Prestasi ini diraih setelah melalui kompetisi ketat yang diikuti oleh 641 peserta dari seluruh Indonesia pada Desember 2024 hingga Januari 2025.
Kemenangan Darren ditandai dengan keberhasilannya dalam kategori English Literacy & Proficiency. Ia berhasil memikat dewan juri dengan teknik pengajarannya yang efektif dan menyenangkan, memadukan tren "LOCK IN!" dan sistem poin "Starchamps". Kompetisi yang diselenggarakan oleh Ruangguru dan Akademia by Ruangguru ini menantang para peserta untuk menunjukkan kemampuan pedagogik, penguasaan konten, dan pemahaman konten pedagogik yang mendalam.
Darren mengungkapkan pengalamannya dalam kompetisi ini, "Kompetisi ini memberi pengalaman bagi saya bahwa mengajar itu tidak mudah. Mulai dari persiapan materi, penguasaan materi, hingga kemampuan memastikan para siswa dapat memahami penjelasan dari awal hingga akhir." Ia juga menjelaskan bahwa kompetisi ITP unik karena menghadirkan soal tipe Double Texts yang menuntut peserta mampu menganalisis pernyataan benar atau salah dengan tepat.
Metode Pengajaran Inovatif Darren Benardy
Dalam kompetisi ITP, Darren mempresentasikan dua video micro teaching yang memamerkan metode pengajarannya. Ia memulai pembelajaran dengan tren "LOCK IN!", sebuah teknik yang mengajak siswa untuk fokus penuh pada materi dengan gerakan menjentikkan jari. Selanjutnya, materi disampaikan secara sistematis dan menarik melalui deck presentasi yang telah disiapkan dengan matang, mengacu pada berbagai referensi.
Sistem poin "Starchamps" yang diterapkan Darren memberikan reward bagi siswa yang paling aktif berpartisipasi. Hal ini terbukti efektif dalam meningkatkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan tiga spidol warna berbeda dan pembagian papan tulis untuk materi juga menjadi ciri khas metode pengajaran Darren, layaknya pengajar profesional di Ruangguru.
Darren menyadari bahwa setiap materi ajar membutuhkan metode penyampaian yang berbeda. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kreativitas dalam mengajar agar materi dapat tersampaikan secara menarik dan mudah dipahami oleh siswa. "Dari kompetisi ini, saya memahami bahwa setiap materi ajar memiliki metode penyampaian yang berbeda-beda. Untuk itu, pengajar perlu lebih kreatif dalam menyampaikan materi agar menarik bagi siswa," ujarnya.
Apresiasi dari Universitas Indonesia
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Darren. Beliau melihat prestasi ini sebagai bukti nyata perpaduan antara kompetensi praktik yang diajarkan di Vokasi UI dan kemampuan teoretis Darren. Padang berharap kemampuan mengajar Darren dapat diimplementasikan secara nyata di masyarakat, misalnya melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
"Saya berharap kemampuan mengajar Darren dapat diimplementasikan secara riil di masyarakat, misalnya melalui kegiatan pengabdian masyarakat atau lainnya yang berdampak langsung bagi bangsa Indonesia," kata Padang.
Prestasi Darren Benardy ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Indonesia, tetapi juga menginspirasi para calon pendidik di Indonesia untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran. Penggunaan teknologi dan pendekatan yang kreatif terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa.