MBG: Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Kepala BGN sebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis untuk menciptakan SDM unggul dan menyongsong bonus demografi Indonesia Emas 2045.

Jakarta, 27 Februari 2024 - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi bonus demografi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pernyataan ini disampaikan saat memberikan pembekalan dalam retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah, Kamis lalu. Program ini, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang lebih produktif.
Dadan menekankan pentingnya MBG seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang masih bertambah enam orang per menit. Generasi anak-anak saat ini akan menjadi tulang punggung perekonomian di masa depan, sehingga peningkatan kualitas gizi mereka menjadi kunci keberhasilan Indonesia. "Kenapa disampaikan sangat strategis? Kami sampaikan data yang kami peroleh bahwa penduduk Indonesia sampai detik ini masih bertambah 6 orang per menit," jelas Dadan dalam keterangan resminya.
Pemerintah, melalui BGN, berkomitmen untuk memastikan pemenuhan gizi bagi seluruh anak Indonesia. Program MBG, yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian daerah. Hal ini karena program tersebut melibatkan para petani, pengusaha lokal, dan UMKM.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk MBG
Kepala daerah memiliki peran penting dalam keberhasilan program MBG. Mereka dapat berkontribusi melalui perbaikan infrastruktur, termasuk sarana pendidikan, serta mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan rantai pasok pangan. Dukungan ini meliputi pembinaan petani, nelayan, peternak, dan UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. "Jadi mohon kerja samanya Ibu-Bapak sekalian, nanti di daerah, untuk program makannya tidak perlu ditambahkan lagi, karena berapa pun akan dibayar oleh Badan Gizi," imbuh Dadan.
BGN juga tengah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan program ini. Harapannya, MBG akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat, khususnya generasi produktif di masa mendatang. "Memang tujuan utamanya adalah investasi SDM jangka panjang, tetapi yang akan diuntungkan adalah masyarakat, terutama masyarakat Ibu-Bapak [kepala daerah] sekalian," ujar Dadan.
Program MBG, yang digagas Presiden Prabowo Subianto, diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia secara signifikan. Dengan SDM yang sehat dan berkualitas, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global dan mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Program MBG dan Dampaknya terhadap Perekonomian
Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian daerah. Dengan melibatkan para petani, nelayan, peternak, dan UMKM dalam rantai pasok, program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja.
Pemerintah pusat melalui APBN telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk program MBG. Namun, dukungan dari pemerintah daerah sangat krusial untuk memastikan keberhasilan program ini. Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Keberhasilan program MBG akan berdampak jangka panjang terhadap kualitas SDM Indonesia. Anak-anak yang mendapatkan gizi yang cukup akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Hal ini akan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan global dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi strategis pemerintah untuk menciptakan SDM unggul dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk keberhasilan program ini, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan komitmen bersama, diharapkan MBG dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi Indonesia di masa depan.