Mensos Tinjau Penanganan Banjir Jakarta: Dapur Umum dan Posko Pengungsian
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung dapur umum dan posko pengungsian banjir Jakarta, memastikan bantuan sampai ke 3.000 pengungsi di Jakarta Utara dan kerja sama antar instansi berjalan lancar.

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Jakarta beberapa hari lalu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf langsung meninjau dapur umum dan posko bencana di Jakarta pada Kamis, 30 Januari, untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif.
Mensos Saifullah Yusuf mengunjungi dapur umum dan posko pengungsian di Jakarta Utara. Ia didampingi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pelayanan kepada warga terdampak banjir.
Wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat menjadi area terdampak banjir paling parah. Mensos menyatakan bahwa terdapat pendamping yang memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan. Salah satu dapur umum yang dikunjungi mampu melayani hingga 3.000 pengungsi, dioperasikan oleh lebih dari 30 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Total, ada lima dapur umum yang didirikan di Jakarta untuk mengatasi bencana banjir ini. Selain dapur umum, Mensos juga meninjau Posko Tagana di Rusun Embrio, salah satu posko pengungsian utama.
Kerja sama antar instansi menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana ini. Kemensos berkolaborasi erat dengan Dinsos Provinsi DKI Jakarta untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Mensos menyebutkan adanya buffer stock logistik di tingkat provinsi dan kota untuk memastikan ketersediaan bantuan.
Proses penanganan bencana melibatkan berbagai pihak. TNI dan Polri bertugas dalam evakuasi, sementara Kemensos fokus pada penyediaan logistik, shelter, dan pengungsian. Mensos memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk TNI, Polri, BPBD, BNPB, Tagana, dan relawan.
Selain dapur umum, Mensos juga mengunjungi Rusun Embrio, posko pengungsian yang menampung sekitar 900 jiwa, termasuk lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Di sana, Mensos berdialog langsung dengan para pengungsi dan mendengarkan keluhan mereka.
Salah satu pengungsi, Jumadi (56), menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterima. "Kami mendapat bantuan makanan, kasur, selimut, sangat bermanfaat sekali buat kami di pengungsian ini, terima kasih atas perhatiannya kepada kami," ujarnya.
Penanganan banjir Jakarta ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan kesigapan berbagai pihak dalam menghadapi bencana. Kehadiran Mensos di lapangan menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.