OJK Kalteng Gandeng Kades Cegah Kejahatan Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan para kepala desa untuk meningkatkan literasi keuangan dan mencegah kejahatan sektor keuangan di masyarakat melalui program Training of Trainers (ToT).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah mengambil langkah inovatif dalam upaya mencegah kejahatan keuangan di daerah. Mereka mengajak para kepala desa (kades), lurah, dan camat untuk bermitra dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Inisiatif ini diresmikan di Palangka Raya pada tanggal 23 Januari 2024.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menjelaskan strategi tersebut. OJK meningkatkan literasi keuangan melalui program Training of Trainers (ToT) yang menyasar langsung para pemimpin desa. Tujuannya jelas: memberdayakan mereka untuk menjadi agen perubahan di tingkat akar rumput.
Salah satu implementasi ToT baru saja diselenggarakan di Kabupaten Katingan. Kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan setempat menjadi kunci keberhasilan program ini. Para kades, lurah, dan camat di Katingan dilatih untuk selanjutnya mengedukasi masyarakat.
Dengan program ToT, OJK Kalteng berharap akses keuangan dan kesejahteraan masyarakat Katingan meningkat. Edukasi dan sosialisasi diharapkan mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan keuangan, seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, dan judi online.
Pj. Bupati Katingan, Sutoyo, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Beliau menilai peningkatan literasi keuangan sangat penting untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di Katingan. Era digitalisasi 4.0 membawa dampak besar pada layanan jasa keuangan, sehingga pemahaman masyarakat harus ditingkatkan.
Sutoyo juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak bagi para kades, lurah, dan camat. Ia berharap sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan dapat memberantas judi online, aktivitas keuangan ilegal, dan narkoba di Katingan.
Materi pelatihan ToT mencakup pengenalan OJK, perencanaan dan pengelolaan keuangan, serta cara menghindari kejahatan keuangan. Peserta juga mempelajari produk dan layanan jasa keuangan, termasuk produk pinjaman. Keamanan transaksi digital juga menjadi fokus, dengan penekanan pada pentingnya kehati-hatian, ketelitian, dan konfirmasi melalui kanal resmi bank.