Pantai Selatan Bantul Dipadati Ribuan Wisatawan di Hari Pertama Lebaran
Ribuan wisatawan memadati pantai selatan Bantul di hari pertama Lebaran 2025, meskipun jumlah kunjungan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Pada hari pertama Lebaran 1446 Hijriah, tepatnya Senin, 31 Maret 2025, ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati destinasi wisata pantai selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Parangtritis dan Depok menjadi tujuan utama para wisatawan yang merayakan Lebaran di Bantul dan sekitarnya. Data yang dirilis Dinas Pariwisata Bantul menunjukkan lonjakan kunjungan signifikan, meskipun masih di bawah angka kunjungan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan daya tarik pantai selatan Bantul tetap tinggi bagi wisatawan domestik.
Sub Koordinator Kelompok Subtansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Aji, menyampaikan bahwa hingga pukul 20.00 WIB, tercatat 5.593 wisatawan telah mengunjungi objek wisata pantai selatan Bantul. Angka ini menunjukkan minat masyarakat untuk menghabiskan liburan Lebaran di destinasi wisata alam yang indah ini. Meskipun terjadi penurunan jumlah pengunjung dibandingkan tahun lalu, pantai-pantai di Bantul tetap ramai dikunjungi.
Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisatawan juga tercatat cukup signifikan, mencapai Rp80,5 juta. Pendapatan ini berasal dari penarikan retribusi di semua tempat pemungutan retribusi (TPR) objek wisata. Namun, angka ini juga menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan penerimaan pada Lebaran tahun 2024. Penurunan jumlah wisatawan berdampak pada pendapatan daerah, meskipun tetap memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.
Penurunan Kunjungan Wisatawan Dibanding Tahun Lalu
Dibandingkan dengan Lebaran 2024, kunjungan wisatawan di hari pertama Lebaran 2025 mengalami penurunan sebesar 12 persen. Pada Lebaran 2024, tercatat sebanyak 6.345 wisatawan mengunjungi pantai selatan Bantul. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi atau pilihan destinasi wisata alternatif. Namun, pihak Dinas Pariwisata Bantul tetap optimistis bahwa jumlah kunjungan akan terus meningkat di hari-hari libur Lebaran berikutnya.
Selama periode cuti bersama Lebaran 2025 (27-31 Maret), total kunjungan wisatawan mencapai 12.069 orang, dengan penerimaan PAD sebesar Rp173,7 juta. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 36 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2024, yang mencapai 18.989 wisatawan. Meskipun terjadi penurunan, jumlah wisatawan yang berkunjung tetap terbilang tinggi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Meskipun diprediksi jumlah kunjungan keseluruhan tidak akan setinggi tahun lalu, Dinas Pariwisata Bantul tetap optimistis bahwa jumlah wisatawan akan terus bertambah hingga beberapa hari ke depan. Libur Lebaran masih berlangsung, dan masih banyak masyarakat yang berencana untuk berlibur ke destinasi wisata.
Antisipasi Lonjakan Wisatawan
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 13 titik TPR sementara di berbagai lokasi wisata untuk mendukung kelancaran aktivitas wisatawan selama libur Lebaran. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap lonjakan jumlah wisatawan yang diprediksi akan membludak. Dengan adanya TPR sementara ini, diharapkan dapat mempermudah akses masuk wisatawan dan mengoptimalkan pengelolaan kunjungan.
Langkah antisipasi ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi peningkatan jumlah wisatawan. Dengan adanya persiapan yang matang, diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Bantul. Hal ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata di Bantul.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan tahun lalu, pantai selatan Bantul tetap menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi selama libur Lebaran 2025. Pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan memastikan kenyamanan para pengunjung. Ke depannya, diharapkan sektor pariwisata di Bantul dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.