Pedagang Pasar Dandangan Kudus Jaga Kebersihan, Libatkan Relawan dan Tambah Truk Sampah
Pemkab Kudus melibatkan pedagang dan relawan untuk menjaga kebersihan Pasar Dandangan, tradisi menyambut Ramadhan yang melibatkan ratusan UMKM, dengan tambahan truk sampah untuk mengatasi volume sampah meningkat.

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengambil langkah inovatif untuk menjaga kebersihan Pasar Dandangan, tradisi tahunan yang ramai dikunjungi selama bulan Ramadhan. Inisiatif ini melibatkan para pedagang pasar dan relawan kebersihan untuk memastikan kawasan pasar tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung. Pasar Dandangan yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 28 Februari 2025 ini melibatkan sekitar 450 unit UMKM dan ratusan pedagang kaki lima.
Langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan melibatkan para pedagang untuk mengedukasi pengunjung agar membuang sampah pada tempatnya. "Masing-masing pedagang juga bertanggung jawab dengan kebersihan di sekitar tempat jualannya," jelas Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Perdagangan Imam Prayitno. Selain itu, relawan dari kelompok anak peduli kebersihan turut serta mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kepada pedagang dan pengunjung.
Kebersihan Pasar Dandangan bukan hanya untuk kenyamanan warga Kudus, tetapi juga untuk menarik pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Dengan kawasan pasar yang bersih dan terjaga, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan ekonomi lokal. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Kudus untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Kebersihan Pasar Dandangan: Kerja Sama Antar Instansi
Untuk mendukung kebersihan Pasar Dandangan, Dinas Perdagangan Kudus bekerja sama dengan berbagai pihak. Selain melibatkan pedagang dan relawan, Dinas Perdagangan juga menerjunkan tim pengawas untuk memastikan kebersihan tetap terjaga. Mereka berkolaborasi dengan tim kebersihan dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus.
Dinas PKPLH Kudus mengerahkan 30 petugas kebersihan dan satu truk sampah untuk membersihkan jalan di sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga Alun-alun setiap malam, mulai pukul 24.00 hingga 02.00 WIB. Sementara itu, Dinas Perdagangan Kudus menyediakan dua truk kontainer sampah tambahan untuk menunjang pengangkutan sampah yang meningkat signifikan selama Pasar Dandangan berlangsung. Total, terdapat tiga truk sampah yang dikerahkan setiap harinya.
Imam Prayitno menekankan pentingnya kerjasama dan kepatuhan pedagang dalam menjaga kebersihan. "Jika ada pedagang yang tidak tertib, tentu akan diberikan teguran," tegasnya. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Kudus untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertib di Pasar Dandangan.
Pengawasan dan Sanksi
Meskipun upaya kebersihan sudah dilakukan secara maksimal, pengawasan tetap dilakukan secara ketat. Tim pengawas akan memberikan teguran kepada pedagang yang tidak mematuhi aturan kebersihan yang telah disepakati. Hal ini bertujuan untuk memastikan kebersihan Pasar Dandangan tetap terjaga hingga akhir acara.
Dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, pedagang, dan relawan, diharapkan Pasar Dandangan 2025 akan menjadi lebih bersih dan nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan ini menjadi contoh kerjasama yang baik dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung keberlangsungan tradisi lokal.
Jumlah pedagang yang terlibat dalam Pasar Dandangan cukup signifikan, mencapai 450 unit UMKM dan diperkirakan 600 pedagang kaki lima. Hal ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dihasilkan dari tradisi tahunan ini. Dengan menjaga kebersihan, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan kenyamanan pengunjung, sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal.
Pasar Dandangan Kudus yang berlangsung hingga menjelang bulan Ramadhan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kudus dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat dan pengunjung. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola event-event serupa.