Pelita Air Tambah Armada: 4 Pesawat Baru Tiba Tahun 2025
Pelita Air memastikan akan menambah empat pesawat Airbus 320 pada tahun 2025 untuk meningkatkan kapasitas dan konektivitas penerbangan, meskipun sempat mengalami kendala pasokan.

Maskapai penerbangan Pelita Air memastikan akan menambah empat pesawat baru pada tahun 2025. Penambahan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kapasitas penerbangan, serta memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Direktur Niaga Pelita Air, Asa Perkasa, mengungkapkan bahwa rencana awal untuk menambah 18 pesawat pada tahun ini terpaksa direvisi menjadi 16 pesawat karena kendala pasokan. Keempat pesawat tambahan tersebut merupakan tipe Airbus 320, sama dengan armada yang sudah dimiliki saat ini.
"Situasinya agak sulit untuk mendapatkan pesawat, kita tadinya berencana sampai 18 (pesawat) tahun ini totalnya, tapi ternyata kita baru bisa mungkin mencapai 16 pesawat tahun ini. Jadi dari 12 pesawat akan tambah empat lagi. Itu sudah kita tanda tangan, tinggal persiapan untuk datang," jelas Asa dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (20/2).
Meskipun sudah dipastikan, kedatangan keempat pesawat tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pesawat ke-13 diperkirakan baru tiba pada akhir Juni 2025 dan beroperasi pada Juli 2025, sehingga tidak dapat melayani arus mudik Lebaran tahun ini, tetapi diharapkan dapat melayani liburan sekolah. Tiga pesawat lainnya dijadwalkan tiba pada kuartal keempat 2025, sekitar bulan November dan Desember.
Ekspansi Armada Pelita Air dan Tantangan Industri Penerbangan
Asa Perkasa menambahkan bahwa Pelita Air berharap tidak ada hambatan dalam proses kedatangan pesawat tambahan tersebut. Dengan penambahan armada, diharapkan Pelita Air dapat melayani pelanggan dengan lebih optimal, terutama selama periode liburan dan peningkatan permintaan penerbangan. "Jadi itu yang akan direncanakan untuk datang, mudah-mudahan tidak ada halangan karena kita sudah proses, prosesnya sudah selesai tinggal menunggu schedule datang," imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan, juga telah mengumumkan rencana penambahan enam armada pada tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa pesawat-pesawat tersebut bertipe Airbus dan akan mendukung Garuda Indonesia dalam melayani angkutan jamaah haji dan umroh. "Dua unit wide body yang pesawat yang besar. Untuk nanti kita bisa support Garuda juga pada saat haji dan umroh. Kita semua Airbus," kata Dendy.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pentingnya efisiensi dalam industri penerbangan Indonesia mengingat keterbatasan jumlah pesawat. Indonesia membutuhkan sekitar 750 pesawat, tetapi saat ini hanya memiliki sekitar 400 pesawat. "Saya rasa industri penerbangan hari ini kita terus efisiensi. Karena memang jumlah pesawat kan tidak cukup. Dengan size Indonesia yang memerlukan 750 pesawat yang hari ini baru 400-an ya memang kita kurang," ujar Erick.
Erick menambahkan bahwa Garuda Indonesia dan Pelita Air tengah berupaya menambah jumlah pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara yang terus meningkat. Penambahan armada Pelita Air ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mengatasi tantangan tersebut dan berkontribusi pada pertumbuhan industri penerbangan nasional.
Persiapan Pelita Air Hadapi Lonjakan Permintaan
Dengan penambahan empat pesawat Airbus 320, Pelita Air mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan permintaan penumpang, khususnya selama musim liburan dan periode puncak perjalanan. Strategi ini menunjukkan komitmen Pelita Air untuk meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan pasar yang dinamis. Kehadiran pesawat tambahan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi konektivitas dan aksesibilitas penerbangan di Indonesia.
Meskipun terdapat kendala dalam pengadaan pesawat, Pelita Air tetap optimistis dalam rencana ekspansi armadanya. Komitmen untuk menambah kapasitas dan meningkatkan layanan menjadi bukti keseriusan maskapai ini dalam berkontribusi pada pertumbuhan industri penerbangan nasional. Langkah ini juga menunjukkan kepercayaan diri Pelita Air dalam menghadapi persaingan di pasar penerbangan Indonesia yang semakin kompetitif.
Kehadiran empat pesawat baru ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas angkut penumpang, tetapi juga akan memperluas jangkauan penerbangan Pelita Air. Hal ini akan memberikan pilihan yang lebih banyak bagi para penumpang dan meningkatkan konektivitas antar daerah di Indonesia. Dengan demikian, Pelita Air diharapkan dapat semakin berperan dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian nasional.
Secara keseluruhan, rencana penambahan armada Pelita Air ini merupakan langkah strategis yang positif bagi perkembangan industri penerbangan di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen maskapai untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanannya demi memenuhi kebutuhan masyarakat.