Pemkab Aceh Timur Bangun Rumah Singgah di Banda Aceh untuk Keluarga Pasien
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membangun rumah singgah di Banda Aceh untuk membantu warga Aceh Timur yang berobat di rumah sakit Banda Aceh dan keluarganya agar memiliki tempat istirahat yang layak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur membangun sebuah rumah singgah di Kota Banda Aceh. Rumah singgah ini diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Timur yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit-rumah sakit di Banda Aceh, serta keluarga mereka yang mendampingi. Pembangunan ini diresmikan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, pada Jumat pekan lalu di Aceh Timur.
Keputusan membangun rumah singgah ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka rujukan pasien dari Kabupaten Aceh Timur ke rumah sakit-rumah sakit di Banda Aceh. Banyaknya warga yang membutuhkan perawatan medis di ibukota provinsi tersebut mendorong Pemkab Aceh Timur untuk menyediakan fasilitas penunjang bagi pasien dan keluarga mereka.
Dengan adanya rumah singgah ini, diharapkan keluarga pasien tidak perlu lagi memikirkan biaya penginapan dan dapat fokus memberikan dukungan kepada pasien yang sedang menjalani perawatan. Fasilitas ini juga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga pasien yang berasal dari daerah yang cukup jauh dari Banda Aceh.
Rumah Singgah: Solusi Praktis untuk Keluarga Pasien dari Aceh Timur
Lokasi pembangunan rumah singgah ini berada di Gampong Laksana, Kota Banda Aceh, di atas lahan seluas 600 meter persegi. Lahan tersebut merupakan aset milik Pemkab Aceh Timur yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Pembangunan rumah singgah ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya untuk menjaga dan memaksimalkan aset daerah.
Bupati Iskandar Usman Alfarlaky menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk area parkir yang representatif. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi keluarga pasien yang menggunakan fasilitas tersebut. Rumah singgah ini diharapkan dapat menjadi tempat istirahat yang layak bagi mereka yang datang dari jauh dan harus menunggu pasiennya di rumah sakit.
Selain itu, pembangunan rumah singgah ini juga merupakan bagian dari visi dan misi Pemkab Aceh Timur dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan menyediakan tempat singgah yang layak, Pemkab Aceh Timur berharap dapat memberikan dukungan penuh kepada warganya yang membutuhkan perawatan medis di Banda Aceh.
Manajemen Aset dan Pelayanan Kesehatan Terintegrasi
Pembangunan rumah singgah ini juga merupakan bagian dari strategi Pemkab Aceh Timur dalam mengelola aset daerah. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, Pemkab Aceh Timur dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan mencegah potensi penguasaan aset oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk kesejahteraan rakyat.
Ke depannya, Pemkab Aceh Timur berencana untuk menelusuri aset-aset lain yang dimiliki di Kota Banda Aceh. Aset-aset tersebut akan dimaksimalkan penggunaannya, misalnya untuk perkantoran atau fasilitas pendukung bagi mahasiswa Aceh Timur yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh. Langkah ini menunjukkan upaya Pemkab Aceh Timur untuk mengintegrasikan berbagai sektor demi meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami sudah meninjau lokasi pembangunan rumah singgah di Gampong Laksana, Kota Banda Aceh. Rumah singgah tersebut nantinya ditempati warga Aceh Timur yang berobat di Banda Aceh," kata Bupati Iskandar Usman Alfarlaky. "Rumah singgah nantinya difungsikan sebagai tempat singgah sementara bagi keluarga pasien, sehingga mereka yang mendampingi pasien punya tempat istirahat yang layak," tambahnya.
Dengan adanya rumah singgah ini, diharapkan dapat mengurangi beban dan kesulitan yang dialami oleh keluarga pasien dari Kabupaten Aceh Timur yang harus menjalani perawatan di Banda Aceh. Fasilitas ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Aceh Timur dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan terintegrasi bagi seluruh warganya.