Pemkot Bandung Latih Pengelola Makanan Program MBG untuk Jamin Gizi Anak
Pemkot Bandung mengadakan pelatihan pengelolaan makanan bagi petugas SPPG untuk memastikan kebersihan, gizi, dan distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar pelatihan pengelolaan makanan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelatihan ini diikuti oleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bandung pada Rabu, 19 Maret 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pengelola makanan tentang standar kebersihan, gizi, dan pendistribusian makanan, sehingga program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya anak-anak di Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya pelatihan ini dalam menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak.
"Pelatihan ini memiliki nilai strategis dalam memastikan makanan bergizi yang dikonsumsi anak-anak tetap terjaga kebersihannya. Sentuhan langsung ke makanan yang terkontaminasi bisa menimbulkan penyakit, dan itu yang kita hindari," kata Farhan.
Pelatihan tersebut memberikan edukasi kepada para pengelola makanan tentang cara memastikan makanan tetap bergizi, prosedur pengecekan kelayakan dapur, dan standar kebersihan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dengan pelatihan ini, diharapkan para pengelola makanan dapat menerapkan standar yang lebih baik dalam penyajian makanan bergizi, sehingga program MBG dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di Kota Bandung.
Meningkatkan Kualitas SDM melalui Program MBG
Direktur Wilayah 2 BGN RI, Sony Senjaya, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya program MBG dalam konteks pembangunan sumber daya manusia (SDM). Beliau menyatakan bahwa peningkatan kualitas SDM sangat bergantung pada pemenuhan gizi yang baik. Oleh karena itu, program MBG menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
"Kualitas SDM tidak hanya diukur dari kecerdasan, tetapi juga dari kesehatan fisik dan mental. Akses terhadap makanan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil adalah kunci dalam membangun generasi yang lebih sehat dan produktif," ujar Sony.
Menurut Sony, pelatihan ini bukan hanya sekadar transfer pengetahuan teoritis, tetapi juga menekankan komitmen moral dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pelatihan ini menekankan pentingnya keterampilan, pengetahuan, dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan makanan untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.
Program MBG 2025, yang telah dimulai sejak Januari 2024, akan berlangsung hingga Desember 2024. Implementasinya dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan SPPG. Saat ini, sebanyak 726 SPPG telah tersebar di 38 provinsi di Indonesia dan terus diperluas.
Materi Pelatihan dan Standar Kebersihan
Para pengelola makanan dalam pelatihan ini mendapatkan materi dan edukasi yang komprehensif. Materi tersebut mencakup:
- Cara memastikan makanan tetap bergizi dan aman dikonsumsi.
- Prosedur pengecekan kelayakan dapur dan peralatan masak.
- Standar kebersihan sesuai ketentuan Kemenkes, termasuk penanganan makanan yang tepat untuk mencegah kontaminasi.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para pengelola makanan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola makanan bergizi dengan standar kebersihan yang tinggi. Hal ini akan sangat penting dalam menjamin kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak melalui program MBG.
Pelatihan ini merupakan langkah penting Pemkot Bandung dalam mendukung program MBG dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan memastikan terpenuhinya gizi anak-anak, diharapkan akan tercipta generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.