BPOM Manokwari Beri Sertifikat Keamanan Pangan untuk Dua Penyedia MBG
Dua penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Manokwari, Papua Barat, telah mendapatkan sertifikat keamanan pangan dari BPOM Manokwari setelah mengikuti edukasi keamanan pangan.

Manokwari, 2 April 2024 - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari telah memberikan sertifikat keamanan pangan kepada dua penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Penyerahan sertifikat ini merupakan hasil dari edukasi dan penyuluhan yang diberikan BPOM kepada para pegawai penyedia MBG. Kedua penyedia MBG tersebut adalah SPPG Kodim 1801 Manokwari dan SPPG swasta di Reremi, Manokwari Barat. Program ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kebersihan makanan yang disajikan kepada anak sekolah.
Kepala BPOM Manokwari, Agustince Werimon, menjelaskan bahwa sebanyak 40 pegawai dari kedua penyedia MBG telah mengikuti edukasi keamanan pangan yang diselenggarakan oleh BPOM. Edukasi ini mencakup berbagai aspek penting dalam menjaga keamanan dan kebersihan makanan, mulai dari pengolahan hingga penyajian. Dengan telah diterimanya sertifikat keamanan pangan ini, kedua SPPG tersebut kini dapat melanjutkan proses untuk mendapatkan sertifikat layak higienis dan sanitasi dari Dinas Kesehatan.
Sertifikasi dari Dinas Kesehatan merupakan langkah krusial berikutnya, karena SPPG menyediakan makanan siap saji yang membutuhkan pengawasan ketat terhadap aspek kebersihan dan sanitasi. BPOM sendiri, menurut Agustince, memiliki kompetensi dalam memberikan penyuluhan dan mengeluarkan sertifikat keamanan pangan, sementara sertifikasi layak higienis dan sanitasi menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Hal ini memastikan pengawasan yang komprehensif terhadap seluruh aspek keamanan pangan dalam program MBG.
Sertifikasi Keamanan Pangan Jamin Kualitas MBG
Dengan diterbitkannya sertifikat keamanan pangan, diharapkan kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG dapat terjamin. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak sekolah mendapatkan makanan bergizi dan aman untuk dikonsumsi. "Dengan begitu penyedia MBG dapat terkontrol dan dipastikan makanan yang mereka hasilkan dapat terjaga kebersihan dan kesehatannya. Hasil produk menjadi tanggung jawab pihak pengelola," ujar Agustince Werimon.
BPOM pusat, lanjut Agustince, telah menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pengawasan program MBG. Namun, di tingkat daerah, BPOM Manokwari saat ini masih melakukan pengawasan secara tidak rutin, menunggu arahan dan anggaran dari pusat untuk pengawasan rutin dan pengadaan reagen pengetesan bahan makanan khusus MBG.
Meskipun pengawasan rutin belum dapat dilakukan secara maksimal, BPOM Manokwari telah melakukan pengambilan sampel makanan secara acak di sekolah-sekolah yang menerima program MBG. Langkah ini sebagai upaya untuk memastikan kualitas makanan yang diterima anak-anak sekolah tetap terjaga.
"Untuk pengawasan rutin, kita tunggu arahan dari pusat karena belum tersedia anggaran untuk penambahan reagen (alat pengetesan bahan makan) khusus MBG. Reagen yang kita miliki hanya sebatas untuk pengambilan sampel rutin selain MBG," tambah Agustince.
Jangkauan Program MBG di Manokwari
Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, Dandim 1801/Manokwari, menjelaskan bahwa saat ini terdapat empat penyedia MBG yang beroperasi di wilayah perkotaan Manokwari. Keempat penyedia ini mampu menyediakan 3.000 porsi makanan per hari untuk anak sekolah, sehingga totalnya mampu menjangkau sekitar 12.000 pelajar di daerah perkotaan.
Program MBG ini merupakan program penting untuk mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak sekolah. Dengan adanya sertifikasi keamanan pangan dari BPOM, diharapkan program ini dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Ke depannya, diharapkan akan ada peningkatan pengawasan dan dukungan dari pemerintah pusat untuk memastikan keberlangsungan dan kualitas program MBG di Manokwari dan daerah lainnya di Papua Barat. Hal ini akan menjamin terpenuhinya gizi anak-anak sekolah dan mendukung pertumbuhan mereka yang optimal.
Program MBG ini merupakan contoh nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan gizi bagi generasi muda. Dengan adanya pengawasan yang ketat dan sertifikasi yang terjamin, diharapkan program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.