PLN dan FKPT Kalteng Jalin Sinergi Cegah Ekstremisme di Lingkungan Kerja
PLN UIP Kalbagbar dan FKPT Kalimantan Tengah berkolaborasi mencegah ekstremisme di lingkungan kerja melalui sosialisasi dan edukasi kepada seluruh pegawai guna menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Palangka Raya, 21 Maret 2024 - PT PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP Kalbagbar) menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan stabilitas nasional dengan menjalin sinergi bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Tengah. Kolaborasi ini difokuskan pada upaya pencegahan ekstremisme di lingkungan kerja, khususnya di Unit Pelaksana Proyek Kalbagbar 3.
Langkah ini diambil mengingat peran penting PLN sebagai penyedia infrastruktur nasional. Manager PLN UPP Kalbagbar 3, Muhamad Indra Firdaus, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi ancaman radikalisasi dan terorisme. "Kami berkomitmen memberikan edukasi kepada seluruh pegawai, sehingga mereka bisa lebih peka terhadap potensi ancaman dan mampu mengambil langkah pencegahan yang tepat," tegas Firdaus dalam keterangannya di Palangka Raya, Jumat lalu.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, PLN UIP Kalbagbar dan FKPT Kalteng menggelar sosialisasi bertajuk 'Ikhtiar Mencegah dan Menanggulangi Ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme'. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pegawai akan pentingnya pencegahan tindak pidana terorisme, dengan fokus pada pemahaman mendalam tentang intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Sosialisasi Pencegahan Ekstremisme di Lingkungan Kerja PLN
Sosialisasi yang diadakan melibatkan seluruh pegawai PLN UPP Kalbagbar 3. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari identifikasi tanda-tanda radikalisme hingga strategi pencegahan yang efektif. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi dan bertanya kepada narasumber dari FKPT Kalteng. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan pegawai dalam menghadapi potensi ancaman ekstremisme.
General Manager PLN UIP Kalbagbar, Johar Wijaya, menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif. "Kerja sama antara PLN dan FKPT adalah langkah nyata dalam memperkuat ketahanan perusahaan terhadap radikalisasi," ujarnya. Beliau menekankan pentingnya peran perusahaan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Sementara itu, Ketua FKPT Kalimantan Tengah, Khairil Anwar, mengapresiasi inisiatif PLN dalam mendukung upaya pencegahan terorisme. "Peran perusahaan sangat penting dalam menangkal paham radikalisme yang dapat merusak stabilitas dan keamanan," tuturnya. Beliau menambahkan bahwa sosialisasi ini merupakan momen strategis dalam membangun ketahanan ideologi di kalangan pegawai PLN.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran aktif setiap individu dalam mencegah penyebaran paham-paham ekstremis. Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman, diharapkan para pegawai PLN dapat menjadi agen perubahan dalam lingkungan kerja mereka dan turut serta menjaga keutuhan NKRI.
Pentingnya Peran Aktif dalam Pencegahan Ekstremisme
Sosialisasi ini bukan hanya sekadar penyampaian informasi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman ekstremisme. Dengan memahami akar permasalahan dan strategi pencegahan yang tepat, diharapkan para pegawai PLN dapat lebih tanggap dan proaktif dalam mencegah penyebaran paham-paham radikalisme di lingkungan kerja mereka.
PLN UIP Kalbagbar berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan FKPT Kalteng dalam upaya pencegahan ekstremisme. Ke depannya, akan ada program-program lanjutan yang direncanakan untuk memastikan efektivitas upaya pencegahan ini. Komitmen ini menunjukkan bahwa PLN tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada keamanan dan stabilitas lingkungan kerja demi kemajuan bangsa.
Melalui sinergi yang kuat antara PLN dan FKPT Kalteng, diharapkan upaya pencegahan ekstremisme di lingkungan kerja dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Hal ini akan berkontribusi pada terciptanya lingkungan kerja yang aman, produktif, dan bebas dari pengaruh paham-paham radikalisme.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia untuk turut aktif dalam mencegah dan menanggulangi ekstremisme di lingkungan kerja masing-masing. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan dan keamanan negara.