PLN Resmikan SPKLU di Pelabuhan Bakauheni: Siap Hadapi Lonjakan Pemudik Listrik Lebaran 2025
PLN UID Lampung resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Pelabuhan Bakauheni untuk mendukung transisi energi bersih dan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung resmi mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Peresmian SPKLU ini dilakukan pada Jumat, 28 Maret 2024, dan bertujuan untuk mendukung transisi energi bersih serta memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 1446 H. SPKLU ini dibangun sebagai bentuk komitmen PLN dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional, khususnya di jalur utama penyeberangan antara Pulau Sumatera dan Jawa.
General Manager PLN UID Lampung, Muhammad Joharifin, menjelaskan bahwa lokasi SPKLU di Pelabuhan Bakauheni sangat strategis. "Pelabuhan Bakauheni merupakan pintu gerbang utama transportasi darat antara Pulau Sumatera dan Jawa. Dengan posisi yang sangat vital, SPKLU ini akan memberikan akses pengisian daya kendaraan listrik secara cepat dan mudah bagi para pemudik," ujarnya. Kehadiran SPKLU ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mendukung target Net Zero Emission tahun 2060.
Dengan adanya SPKLU ini, para pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan dari Sumatera menuju Jawa atau sebaliknya tidak perlu khawatir kehabisan daya baterai. Mereka dapat mengisi daya kendaraan listrik mereka sambil menunggu antrian penyeberangan. PLN UID Lampung optimistis bahwa langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Lampung dan Indonesia secara keseluruhan.
SPKLU Bakauheni: Solusi Mudik Lebaran yang Ramah Lingkungan
PLN UID Lampung telah menyediakan 57 unit SPKLU di 35 titik strategis di Lampung. SPKLU tersebar di berbagai lokasi, mulai dari pelabuhan penyeberangan Bakauheni, jalan tol, jalur lintas barat, tengah, dan timur, hingga lokasi wisata dan kawasan hotel. Hal ini menunjukkan komitmen PLN dalam menyediakan infrastruktur pendukung kendaraan listrik yang memadai.
Antisipasi lonjakan pengguna kendaraan listrik selama mudik Lebaran 2025 juga menjadi pertimbangan utama. PLN memprediksi peningkatan jumlah pemudik pengguna kendaraan listrik yang melalui jalur Tol Lampung hingga 8 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kehadiran SPKLU di Bakauheni sangat krusial untuk memastikan kelancaran perjalanan.
Untuk memastikan layanan yang optimal, PLN UID Lampung menyiagakan lebih dari 100 personel SPKLU yang akan beroperasi selama 24 jam. Selain itu, dua unit SPKLU mobile disiapkan untuk menjangkau titik-titik kritis dan memberikan bantuan kepada pemudik pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah Lampung
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Syamsudin, menyambut baik kehadiran SPKLU di Pelabuhan Bakauheni. Ia menilai bahwa SPKLU ini akan menjadi contoh bagi pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia. "Pelabuhan Bakauheni kini makin siap melayani masyarakat pengguna kendaraan listrik," katanya.
Dukungan penuh juga diberikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Muhammad Firsada. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Lampung. "SPKLU ini bukan hanya fasilitas teknis, melainkan simbol keseriusan kita dalam mewujudkan Lampung yang hijau dan berkelanjutan," terang Firsada. Langkah ini selaras dengan strategi pemerintah pusat dalam mengurangi emisi karbon melalui penggunaan kendaraan listrik.
Kehadiran SPKLU di Pelabuhan Bakauheni merupakan bukti nyata komitmen PLN dan pemerintah dalam mendukung transisi energi bersih dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan infrastruktur yang memadai dan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat, diharapkan pertumbuhan kendaraan listrik akan terus meningkat, menjadikan Lampung sebagai provinsi terdepan dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan.
"Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan infrastruktur yang memadai, PLN optimistis pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik akan terus meningkat, dan Lampung akan menjadi salah satu provinsi terdepan dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan," pungkas Joharifin.