PLN Kalselteng Siapkan 73 SPKLU untuk Ramadhan dan Lebaran 2025
Jelang Ramadhan dan Lebaran 2025, PLN Kalselteng siapkan 73 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Palangka Raya, 4 Maret 2024 (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UID Kalselteng) memastikan kesiapan 73 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk mendukung aktivitas masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi PLN untuk memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik, terutama dalam perjalanan jarak jauh.
General Manager PLN UID Kalselteng, Ahmad Syauki, saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Selasa, menyatakan bahwa tersedianya 73 SPKLU yang telah beroperasi di seluruh Kalsel dan Kalteng merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung transisi energi. Jarak antar SPKLU di Kalimantan rata-rata 41 kilometer, dinilai aman bagi pengguna kendaraan listrik mengingat jangkauan mobil listrik saat ini mencapai 300 hingga 600 kilometer dalam sekali pengisian daya.
"Di seluruh Kalsel dan Kalteng terdapat 73 titik SPKLU yang telah beroperasi. Kehadiran menjadi salah satu langkah strategis untuk memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik dalam perjalanan jarak jauh," kata Syauki. Ia menambahkan bahwa infrastruktur SPKLU yang disediakan PLN mendukung perjalanan yang nyaman dan aman bagi pengguna kendaraan listrik.
SPKLU di Lokasi Strategis dan Fasilitas Aman
Syauki menjelaskan bahwa untuk perjalanan dalam kota, pengguna kendaraan listrik dapat memanfaatkan home charging. Namun, untuk perjalanan jarak jauh, akses ke SPKLU di lokasi strategis sangat diperlukan. Salah satu contohnya adalah SPKLU terbaru yang baru saja diresmikan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. SPKLU di bandara ini memiliki tiga titik pengisian, terdiri atas satu unit fast charging 50 kW dan dua unit medium charging 22 kW.
PLN juga memprioritaskan keamanan pengisian daya dengan menerapkan proteksi IP55 yang tahan air bertekanan. "Saat kendaraan terhubung, sistem akan memastikan koneksi aman sebelum listrik mulai mengalir. Ini merupakan standar keamanan yang kami terapkan di semua SPKLU PLN," jelas Syauki. Kemudahan transaksi juga diberikan melalui aplikasi PLN Mobile, sehingga pembayaran lebih praktis dan transparan.
Peresmian SPKLU di Bandara Syamsudin Noor merupakan bagian dari upaya PLN dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Hal ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendorong percepatan transisi energi.
Dukungan dari Bandara Syamsudin Noor
Airport Technical Division Head Bandara Syamsudin Noor, Budhi Rano Sulistyo, menyambut positif kehadiran SPKLU di bandara tersebut. Ia berharap keberadaan SPKLU ini dapat memberikan nilai tambah bagi bandara dan masyarakat, serta mendukung pengurangan emisi karbon di sektor transportasi. "Mudah-mudahan apa yang sudah dicanangkan ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengguna bandara serta mendukung pengurangan emisi karbon di sektor transportasi," ujarnya.
Dengan tersedianya 73 SPKLU di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, PLN UID Kalselteng optimis dapat mendukung mobilitas masyarakat, khususnya selama periode Ramadhan dan Lebaran 2025. Langkah ini juga menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan pencapaian target NZE 2060.
PLN terus berupaya meningkatkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para penggunanya. Sistem pembayaran yang mudah dan aman melalui aplikasi PLN Mobile juga menjadi nilai tambah bagi pengguna SPKLU.