Pokmaswas NTT Selamatkan Penyu Hijau Tersangkut Pancing, Lestarikan Ekosistem Laut Larantuka
Pokmaswas Sandominggo, Flores Timur, NTT berhasil menyelamatkan penyu hijau tersangkut pancing nelayan dan melepasliarkannya, menunjukkan kesadaran masyarakat dalam pelestarian ekosistem laut.

Nelayan Lorensius Dominikus Diaz menemukan seekor penyu hijau tersangkut kail pancingnya di perairan Pelabuhan TPI Amagarapati Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 2 April 2024. Kejadian ini bermula saat ia sedang memancing. Penyu tersebut kemudian dilaporkan kepada Pokmaswas Sandominggo dan Lurah Larantuka untuk diidentifikasi dan ditangani lebih lanjut. Berkat kerja sama nelayan, Pokmaswas, dan pemerintah setempat, penyu tersebut berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan kembali ke laut.
Ketua Pokmaswas Sandominggo, Monika Bataona, menjelaskan bahwa penyu hijau tersebut berjenis kelamin jantan, dengan panjang karapas 45 cm, lebar 34 cm, dan panjang kepala 15 cm. Setelah diperiksa, kondisi penyu dinyatakan sehat tanpa luka atau tiram yang menempel. Penyelamatan penyu ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, sebagai bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap pelestarian biota laut yang dilindungi.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut di Larantuka. Kerja sama yang solid antara nelayan, Pokmaswas, dan pemerintah daerah menunjukkan komitmen bersama dalam melindungi satwa laut yang terancam punah. Langkah penyelamatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan laut.
Penyelamatan dan Pelepasliaran Penyu Hijau
Setelah diidentifikasi sebagai penyu hijau (Chelonia mydas), penyu tersebut kemudian dilepasliarkan kembali ke laut. Proses pelepasliaran dilakukan bersama Lurah Larantuka, Petrus Ignasius Diaz, Pokmaswas Sandominggo, nelayan, dan warga setempat. Lurah Larantuka menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melindungi spesies penyu yang terancam punah. Beliau menyampaikan apresiasi kepada nelayan dan Pokmaswas atas kontribusi mereka dalam pelestarian biota laut.
Petrus Ignasius Diaz juga menambahkan bahwa edukasi dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk keberlanjutan spesies penyu. Ia berharap kejadian ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan laut dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya konservasi. Keberadaan penyu, sebagai salah satu megafauna laut, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Monika Bataona, Ketua Pokmaswas Sandominggo, juga menyampaikan rasa syukurnya atas kesadaran masyarakat yang semakin meningkat dalam melindungi satwa laut. Ia berharap, kerja sama yang baik antara berbagai pihak akan terus berlanjut untuk menjaga kelestarian ekosistem laut Larantuka dan sekitarnya. Upaya pelestarian ini tidak hanya bermanfaat bagi penyu, tetapi juga bagi keberlangsungan hidup manusia yang bergantung pada sumber daya laut.
"Terima kasih kepada masyarakat terkhusus para nelayan yang mulai sadar dan ikut melindungi spesies ini. Terima kasih pula kepada komunitas-komunitas lokal terkhusus Pokmaswas Sandominggo yang terus bergiat melestarikan biota laut," kata Petrus Ignasius Diaz, Lurah Larantuka.
Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut
Penyelamatan penyu hijau ini menjadi sorotan penting terkait upaya pelestarian ekosistem laut di Indonesia. Penyu hijau merupakan spesies yang dilindungi dan keberadaannya terancam punah akibat berbagai faktor, seperti penangkapan ilegal, kerusakan habitat, dan polusi laut. Oleh karena itu, upaya konservasi dan edukasi kepada masyarakat sangatlah penting.
Partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk nelayan, Pokmaswas, pemerintah, dan masyarakat umum, sangat krusial dalam menjaga kelestarian ekosistem laut. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian, diharapkan upaya pelestarian biota laut dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Langkah-langkah konkret, seperti patroli laut, pengawasan penangkapan ikan, dan edukasi lingkungan, perlu terus ditingkatkan.
Keberhasilan penyelamatan penyu hijau di Larantuka ini diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk meningkatkan upaya pelestarian ekosistem laut. Melalui kerjasama dan kesadaran bersama, kita dapat menjaga kekayaan hayati laut Indonesia untuk generasi mendatang. Perlindungan terhadap spesies laut yang terancam punah menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan keberlanjutan ekosistem laut yang sehat dan lestari.
Semoga penyu yang telah dilepasliarkan dapat hidup dengan baik dan berkembang biak di habitat aslinya. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan laut dan melindungi biota laut lainnya.