Polda Jateng Berlakukan 'One Way' Arus Balik Lebaran di Tol Kalikangkung-Brebes
Guna mengurai kepadatan arus balik Lebaran, Polda Jawa Tengah memberlakukan jalur satu arah atau 'one way' di ruas Tol Kalikangkung-Brebes pada Jumat malam.

Kepadatan arus balik Lebaran di Jawa Tengah memaksa Polda Jawa Tengah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa jalur satu arah atau 'one way' di ruas Tol Kalikangkung hingga Brebes pada Jumat malam, 4 April 2024. Keputusan ini diambil setelah petugas kepolisian memantau situasi lalu lintas dan mencatat peningkatan signifikan volume kendaraan yang menuju arah barat.
Pemberlakuan 'one way' dimulai pukul 20.05 WIB setelah petugas melakukan sterilisasi jalur B dari wilayah barat hingga gerbang Tol Kalikangkung. Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, menjelaskan bahwa kepadatan arus dan perlambatan menuju Jakarta menjadi pertimbangan utama dalam penerapan rekayasa lalu lintas ini. "Rekayasa lalu lintas ini diharapkan bisa mengurai kepadatan arus balik di wilayah Jawa Tengah," kata Kombes Pol. Artanto.
Sebelum penerapan 'one way', kepolisian sempat memberlakukan 'contra flow' di ruas Tol Semarang-Batang pada Jumat sore. 'Contra flow' diberlakukan dari KM 390 hingga 385 di Kabupaten Batang akibat peningkatan kepadatan kendaraan yang menuju arah barat. Langkah ini merupakan upaya antisipatif untuk mencegah kemacetan yang lebih parah.
Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Lonjakan Arus Balik
Peningkatan volume kendaraan di jalur arus balik Lebaran telah diprediksi sebelumnya. Data Pos Terpadu Gerbang Tol Kalikangkung mencatat jumlah kendaraan yang melintas dari arah timur ke barat mencapai 33.273 unit sejak pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Lonjakan signifikan terjadi sejak pukul 09.00 WIB, dengan jumlah kendaraan yang melewati gerbang Kalikangkung mencapai lebih dari 3.000 unit per jam.
Penerapan 'one way' dan 'contra flow' merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk mengelola arus balik Lebaran. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kemacetan yang berkepanjangan. Kepolisian juga telah menyiapkan berbagai posko dan petugas untuk membantu para pemudik.
Selain rekayasa lalu lintas, kepolisian juga meningkatkan patroli dan pengawasan di sepanjang jalur mudik dan balik. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan keamanan para pemudik. Petugas juga memberikan imbauan kepada para pengemudi agar tetap berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas.
Data Kendaraan dan Pengaruhnya terhadap Rekayasa Lalu Lintas
- Jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung (arah timur ke barat) dari pukul 06.00 hingga 17.00 WIB: 33.273 kendaraan.
- Peningkatan signifikan volume kendaraan mulai pukul 09.00 WIB, dengan rata-rata lebih dari 3.000 kendaraan per jam.
- Penerapan 'contra flow' di ruas Tol Semarang-Batang (KM 390-385) akibat kepadatan kendaraan menuju arah barat.
- Pemberlakuan 'one way' dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Brebes untuk mengurai kepadatan.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan aman. Kepolisian menghimbau para pemudik untuk tetap waspada dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. Perencanaan perjalanan yang matang dan istirahat yang cukup juga sangat penting untuk menghindari kelelahan saat berkendara.