Polisi Edukasi Pelajar Jakarta Utara Cegah Kejahatan Siber
Polsek Kelapa Gading mencegah pelajar menjadi korban kejahatan siber melalui program edukasi Police Goes to School, menanggapi tingginya angka kejahatan siber di kalangan remaja.

Jakarta, 24 Februari 2024 - Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Gading, Jakarta Utara, giat mencegah pelajar menjadi korban kejahatan siber. Langkah ini dilakukan melalui program edukasi bertajuk Police Goes to School, yang baru saja dilaksanakan di Sekolah Marie Joseph, Kelapa Gading. Program ini dibentuk sebagai respon terhadap meningkatnya kasus kejahatan siber di kalangan remaja, yang meliputi judi online, penipuan daring, hingga porn revenge.
Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, menjelaskan bahwa kejahatan siber yang melibatkan anak-anak bawah umur menjadi perhatian serius. Baru-baru ini, Polsek Kelapa Gading berhasil mengungkap kasus prostitusi daring yang melibatkan anak di bawah umur di wilayah Jakarta Utara. Hal ini menjadi alarm bagi pihak kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberikan edukasi kepada pelajar.
Kompol Seto menekankan pentingnya pencegahan agar pelajar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan siber. Ia mengingatkan bahaya penyebaran konten SARA, nude, kata kasar, dan ujaran kebencian yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tingginya penggunaan internet di Indonesia, khususnya di kalangan remaja, menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi kejahatan siber.
Edukasi Literasi Digital untuk Cegah Kejahatan Siber
Kompol Seto mengungkapkan bahwa survei menunjukkan penetrasi internet tertinggi di Indonesia berada pada kelompok usia 13-18 tahun, dengan angka mencapai 99,16 persen. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya literasi digital bagi remaja. Ia menambahkan bahwa kelompok usia 19-36 tahun juga memiliki penetrasi internet yang tinggi, yaitu 87,3 persen. Oleh karena itu, edukasi literasi digital menjadi kunci untuk melindungi mereka dari kejahatan siber.
Program Police Goes to School ini difokuskan untuk meningkatkan literasi digital pelajar. Mereka diajarkan untuk membedakan informasi yang benar dan salah di dunia maya. Selain itu, program ini juga memberikan edukasi mengenai bahaya pinjaman online, judi daring, dan penipuan online yang kerap menargetkan remaja. Pelajar diajarkan untuk berhati-hati dalam bertransaksi online dan tidak mudah tergiur oleh iming-iming harga murah.
“Ini yang menjadi tantangan di dunia digital, ruang digital yang semakin luas akan banyak bermunculan konten negatif,” ujar Kompol Seto. Ia berharap program ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pelajar tentang bahaya kejahatan siber dan bagaimana cara mencegahnya. Peningkatan literasi digital diharapkan dapat melindungi pelajar dari berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin canggih.
"Jangan menjadi korban penipuan online, perlu ketelitian dalam membeli barang. Kami ajak pelajar meningkatkan literasi digital sebagai upaya mencegah terjadinya kejahatan siber," tegas Kompol Seto.
Pentingnya Kewaspadaan dan Literasi Digital
Dalam era digital saat ini, kewaspadaan dan literasi digital menjadi sangat penting, terutama bagi kalangan pelajar yang memiliki akses internet yang tinggi. Dengan memahami risiko dan bahaya kejahatan siber, pelajar dapat melindungi diri dari berbagai ancaman yang ada di dunia maya. Polisi berharap program edukasi ini dapat memberikan dampak positif dan mengurangi angka kejahatan siber di kalangan pelajar.
Selain edukasi di sekolah, peran orang tua dan guru juga sangat penting dalam mengawasi aktivitas online anak dan memberikan bimbingan dalam menggunakan internet dengan bijak dan bertanggung jawab. Pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan digital yang aman bagi pelajar.
Dengan adanya program edukasi ini, diharapkan para pelajar dapat lebih bijak dalam menggunakan internet dan terhindar dari kejahatan siber. Peningkatan literasi digital menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan kejahatan siber di era digital saat ini.
Program ini juga menekankan pentingnya melaporkan setiap kejadian kejahatan siber kepada pihak berwajib agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Kerjasama antara polisi, sekolah, orang tua, dan pelajar sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan nyaman.