Polresta Malang Siapkan 150 Personel Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Kayutangan Heritage
Polresta Malang Kota menyiapkan 150 personel untuk mengurai kepadatan wisatawan di Kayutangan Heritage selama libur Idul Fitri 2025, guna menjaga keamanan dan ketertiban.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota telah menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi lonjakan jumlah wisatawan di kawasan Kayutangan Heritage selama libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Sebanyak 150 personel kepolisian disiagakan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di area tersebut. Langkah ini diambil sebagai antisipasi potensi kepadatan yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung dan warga sekitar.
AKP Sutomo, Kepala Bagian Operasional Polresta Malang Kota, menjelaskan bahwa personel tersebut akan diterjunkan secara situasional. Artinya, penambahan personel akan dilakukan jika terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan dan berpotensi menimbulkan kepadatan. Mereka akan berkoordinasi dengan petugas kepolisian yang sudah berjaga di pos pengamanan dan pelayanan di Kayutangan Heritage.
"Kami sudah ada yang di pos pengamanan dan pos pelayanan, tetapi kami menyiapkan personel yang khusus untuk Kayutangan Heritage, totalnya ada 150 orang untuk mengantisipasi apabila ada kenaikan eskalasi," ujar AKP Sutomo dalam keterangannya di Kota Malang, Kamis (27/3).
Antisipasi Kepadatan di Kayutangan Heritage
Tim khusus yang berjumlah 150 personel ini akan ditugaskan untuk membantu mengurai kepadatan pengunjung dan mengatur arus lalu lintas di Kayutangan Heritage. Mereka akan diterjunkan jika situasi di lapangan membutuhkan tambahan personel untuk mengatasi kepadatan yang terjadi. Setelah kondisi kembali normal, personel tersebut akan ditarik kembali.
AKP Sutomo menambahkan bahwa selain Kayutangan Heritage, Polresta Malang Kota juga memantau destinasi wisata lainnya di Kota Malang, termasuk pusat perbelanjaan. Meskipun pusat perbelanjaan diprediksi tidak akan seramai Kayutangan Heritage, pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi kepadatan.
"Wisata yang biasa saat liburan itu kebanyakan ke Kota Batu dan Kabupaten Malang bagian selatan, tetapi kami tetap memantau terus, karena itu (Kayutangan) bagian dari jantung Kota Malang," tambahnya.
Pemantauan di Pusat Perbelanjaan
Meskipun potensi kepadatan di pusat perbelanjaan dinilai lebih rendah dibandingkan Kayutangan Heritage, Polresta Malang Kota tetap melakukan pemantauan. Salah satu pusat perbelanjaan yang menjadi fokus pemantauan adalah Ramayana. Petugas akan terus memantau perkembangan situasi dan siap bertindak jika diperlukan.
"Kalau mal sementara ini tidak terlalu (ramai), kemungkinan yang paling di Ramayana saja. Tetapi kami tetap pantau terus perkembangannya seperti apa," kata AKP Sutomo.
Secara keseluruhan, Polresta Malang Kota menyatakan kesiapannya dalam mengamankan wilayah Kota Malang selama Operasi Ketupat Semeru 2025 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2025. Langkah-langkah antisipasi ini diharapkan dapat memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat dan wisatawan selama liburan Idul Fitri.
Dengan kesiapan personel yang memadai dan strategi yang terencana, diharapkan liburan Idul Fitri di Kota Malang dapat berjalan lancar dan aman.