Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jokowi-Prabowo Sasar 6 Juta Siswa Akhir Juli
Presiden Prabowo Subianto menargetkan 6 juta siswa di Indonesia telah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada akhir Juli 2024, sebuah program inisiatif pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah menjangkau 770 ribu siswa hingga pertengahan Fe

Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius: 6 juta siswa Indonesia akan menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada akhir Juli 2024. Inisiatif pemerintahan Prabowo-Gibran ini merupakan langkah signifikan dalam mengatasi masalah gizi anak di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam sambutannya pada HUT Ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Jawa Barat, Sabtu lalu.
Perjalanan Program MBG Menuju 6 Juta Siswa
Hingga pertengahan Februari 2024, program MBG telah menjangkau 770 ribu siswa. Presiden Prabowo optimistis angka ini akan terus meningkat pesat. "Saya diberitahu bahwa, beberapa hari ini sudah sampai 770 ribu anak (menerima program MBG). Akhir bulan Februari, sudah sampai 1 juta dan seterusnya, diharapkan akhir Juli, sudah sampai enam juta, minimal," ungkap Prabowo. Target tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan anak Indonesia melalui perbaikan gizi.
Peluncuran program MBG secara serentak dimulai pada 6 Januari 2024. Keberhasilan program ini, menurut Presiden Prabowo, tak lepas dari dukungan Presiden Joko Widodo. Jokowi, saat masih menjabat, telah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang berperan penting dalam pelaksanaan MBG. Dukungan ini mempermudah transisi program sehingga MBG dapat berjalan efektif sejak awal tahun.
Prabowo menjelaskan, "Badan Gizi Nasional bisa begini cepat di luar dugaan orang, biasa, biasa ada yang nyinyir, 'mana bisa kasih makan, mana bisa?' Sehingga kita sudah kerja sebelum Oktober, dan kita Januari, kita udah gelar (MBG)." Pernyataan ini menyiratkan adanya tantangan awal, namun kerja sama dan perencanaan yang matang mampu mengatasi hambatan tersebut.
Menangani Masalah Gizi Anak di Indonesia
Program MBG dilatarbelakangi oleh data mengejutkan: sekitar 60 persen anak-anak di Indonesia belum mengonsumsi makanan bergizi lengkap. Kepala BGN, Dadan Hindayana, bahkan menyebutkan bahwa 60 persen anak Indonesia tidak mengonsumsi susu karena kendala ekonomi, bukan karena faktor kesehatan. Angka ini menggarisbawahi urgensi program MBG dalam meningkatkan status gizi anak Indonesia.
Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa cakupan program MBG akan diperluas. Pada akhir 2025, program ini ditargetkan akan menjangkau lebih dari 85 juta anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang pemerintah untuk mengatasi masalah gizi buruk dan memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan kuat.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Target 6 juta siswa pada akhir Juli 2024, dan target lebih dari 85 juta anak dan ibu hamil pada akhir 2025, menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengatasi masalah gizi buruk di Indonesia. Kerja sama antar lembaga pemerintahan, seperti dukungan dari Presiden Jokowi dan Badan Gizi Nasional, menjadi kunci keberhasilan program ini.