PT Timah Lepasliarkan 1.100 Bibit Kepiting Bakau di Kepri, Lestarikan Ekosistem dan Dongkrak Ekonomi Nelayan
PT Timah Tbk menunjukkan komitmen pelestarian lingkungan dengan melepaskan 1.100 bibit kepiting bakau di perairan Kundur dan Karimun, Kepri, untuk menjaga ekosistem laut dan meningkatkan perekonomian nelayan.

PT Timah Tbk, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, telah berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir dengan melepaskanliarkan 1.100 bibit kepiting bakau di perairan Kundur dan Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Kegiatan pelepasliaran yang dilakukan pada Selasa, 18 Maret 2023 ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga ekosistem laut di sekitar area operasional tambang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan populasi kepiting bakau dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nelayan setempat.
"Kegiatan ini untuk mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan bagi peningkatan perekonomian masyarakat pesisir," jelas Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, dalam keterangan pers di Pangkalpinang, Kamis (20/3).
Pelepasliaran bibit kepiting bakau ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh PT Timah. Sebelumnya, PT Timah Area Kundur telah melepaskan 300 ekor bibit kepiting bakau. Program ini merupakan kegiatan rutin perusahaan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar area operasional.
Upaya Pelestarian Ekosistem dan Peningkatan Ekonomi Nelayan
Kepiting bakau memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir, khususnya di hutan mangrove. PT Timah sendiri secara rutin juga melakukan penanaman mangrove, sehingga pelepasliaran kepiting bakau ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan dan kelestarian hutan mangrove. Selain itu, kepiting bakau merupakan komoditas perikanan dengan nilai ekonomis tinggi, sehingga keberadaannya sangat penting bagi kehidupan nelayan.
Anggi Siahaan menambahkan, "Melalui pelepasan bibit kepiting di Perairan Kundur dan Karimun ini diharapkan tidak hanya menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, juga dapat menjaga ketersediaan populasi kepiting bakau." Harapannya, langkah ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
Program ini juga mendapat sambutan positif dari nelayan setempat. Amad, salah satu nelayan Desa Kundur, mengungkapkan rasa senangnya atas kegiatan pelepasliaran kepiting bakau yang dilakukan PT Timah. Ia merasakan peningkatan populasi kepiting bakau di sekitar Laut Kundur, yang memberikan tambahan penghasilan bagi para nelayan.
Dampak Positif bagi Nelayan Lokal
"Saat ini kepiting bakau di sekitar Laut Kundur ini mulai banyak. Jadi nelayan apabila menjaring selain dapat ikan kadang dapat kepiting, sehingga ada tambahan pendapatan bagi nelayan karena cepat terjual, peminatnya banyak, harganya juga lumayan," ujar Amad.
PT Timah berharap program pelepasliaran kepiting bakau ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Tidak hanya pelepasliaran kepiting bakau, PT Timah juga aktif dalam berbagai program pelestarian lingkungan lainnya, seperti penanaman mangrove dan pembersihan pantai. Semua upaya ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar area operasional perusahaan.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif antara kegiatan pertambangan dan pelestarian lingkungan. PT Timah berkomitmen untuk terus menjalankan program-program yang berkelanjutan, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia.