Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi 5-6 April, Jasa Marga Siapkan Strategi
Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi pada 5 atau 6 April mendatang dengan volume lalu lintas yang signifikan, sementara pihak kepolisian siapkan strategi dengan dukungan tol fungsional.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 H akan terjadi pada tanggal 5 atau 6 April 2025. Prediksi ini disampaikan oleh Direktur Bisnis Jasa Marga, Reza Febriano, di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah pada Jumat malam. Perkiraan ini didasarkan pada analisis data lalu lintas dan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi mobilitas masyarakat selama periode arus balik Lebaran. Pihak Jasa Marga juga menyatakan akan terus melakukan pemutakhiran data dan informasi terkait prediksi puncak arus balik ini.
Volume lalu lintas pada puncak arus balik diperkirakan mencapai 276 ribu kendaraan. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 62 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas normal, dan sedikit meningkat 3 persen dibandingkan puncak arus balik Lebaran tahun 2024. Peningkatan volume kendaraan ini menuntut kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas yang optimal guna mencegah kemacetan dan memastikan kelancaran arus balik Lebaran.
Sementara itu, untuk arus mudik, Jasa Marga memproyeksikan volume lalu lintas keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama (Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa) selama periode libur Lebaran dan Nyepi mencapai 2,18 juta kendaraan. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan jalur tol untuk mudik Lebaran. Antisipasi dan manajemen lalu lintas yang baik sangat penting untuk mengelola volume kendaraan yang besar ini.
Antisipasi Arus Balik dan Peran Tol Fungsional
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, melalui Kombes Pol. Latif Usman, menyatakan bahwa tol fungsional akan digunakan untuk mendukung kelancaran arus balik. Tol fungsional dari Sadang (Japek II) yang akan mengarah ke daerah Bekasi Deltamas akan dioperasikan setelah koordinasi dengan Jasa Marga. Penggunaan tol fungsional ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalur utama dan memperlancar arus balik.
Namun, Polres Metro Bekasi masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Korlantas Polri terkait pengoperasian Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan secara fungsional. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Mustopa, menyatakan bahwa dalam Operasi Ketupat 2025, pihaknya akan menyesuaikan strategi dengan kondisi jalan tol, termasuk jalan tol fungsional, dan akan menerapkan rekayasa lalu lintas yang dibutuhkan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus balik.
Koordinasi yang baik antara Jasa Marga dan Kepolisian menjadi kunci keberhasilan dalam mengantisipasi dan mengelola arus balik Lebaran. Kerja sama ini akan memastikan bahwa strategi yang diterapkan efektif dan dapat mengatasi potensi kendala yang mungkin terjadi selama periode arus balik.
Persiapan Menghadapi Lonjakan Kendaraan
Menghadapi prediksi lonjakan kendaraan pada puncak arus balik, Jasa Marga dan kepolisian melakukan berbagai persiapan. Persiapan tersebut meliputi pemantauan lalu lintas secara real-time, pengecekan kondisi jalan tol, penambahan petugas di lapangan, serta penyiapan rekayasa lalu lintas jika diperlukan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir potensi kemacetan dan memastikan kenyamanan para pemudik.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat mengenai kondisi lalu lintas dan imbauan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik juga dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi potensi masalah yang dapat terjadi di jalan. Dengan persiapan yang matang, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman.
Jasa Marga juga akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. Fleksibelitas dan responsivitas menjadi kunci dalam menghadapi dinamika lalu lintas selama periode arus balik Lebaran.
Kesimpulannya, prediksi puncak arus balik Lebaran 2025 pada 5 atau 6 April mendatang memerlukan antisipasi dan strategi yang matang dari berbagai pihak. Koordinasi yang baik antara Jasa Marga dan Kepolisian, serta kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas yang optimal, sangat krusial untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus balik Lebaran.