Ramadan di Makassar: Masjid Padati Umat Muslim untuk Salat Tarawih Perdana
Umat Muslim di Makassar memadati masjid untuk salat tarawih pertama pada 1 Maret 2024, meskipun pemerintah pusat belum menetapkan 1 Ramadhan 1446 H secara resmi.

Makassar, 1 Maret 2024 - Suasana khusyuk menyelimuti masjid-masjid di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat malam, 28 Februari 2024. Umat Muslim berbondong-bondong memadati tempat ibadah untuk melaksanakan salat tarawih perdana. Hal ini terjadi meskipun pemerintah pusat belum secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1446 H. Keputusan penetapan 1 Ramadhan berdasarkan hasil rukyatul hilal yang telah dilakukan sebelumnya.
Antusiasme menyambut bulan suci terlihat jelas dari padatnya jamaah di berbagai masjid. Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi adalah Masjid Subulussalam Al-Khoory di area Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, turut menunaikan salat tarawih di masjid tersebut. Beliau menjelaskan bahwa salat tarawih dilaksanakan berdasarkan perhitungan hisab yang menunjukkan telah masuknya 1 Ramadhan.
Tidak hanya di Unismuh, masjid-masjid lain di Makassar juga dipenuhi jamaah yang ingin melaksanakan ibadah salat tarawih. Di Masjid Kubah 99 Jalan Tanjung Bunga, misalnya, puluhan jamaah telah berkumpul untuk menunaikan salat tarawih meskipun jumlahnya belum seramai di masjid-masjid lainnya. Semangat beribadah terlihat jelas dari kekhusyukan para jamaah yang tengah menjalankan ibadah.
Salat Tarawih Perdana di Tengah Menunggu Pengumuman Resmi
Meskipun pemerintah pusat belum mengumumkan penetapan 1 Ramadhan 1446 H, banyak umat Muslim di Makassar telah memutuskan untuk melaksanakan salat tarawih berdasarkan perhitungan hisab dan wujudul hilal. Hal ini menunjukkan keyakinan dan ketaatan mereka dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Seperti yang diungkapkan oleh Rektor Unismuh Makassar, "Oleh karena 1 Ramadhan 1446 Hijiriah bertepatan 1 Maret 2024, dengan kriteria hisab mengikuti wujudul hilal 4 derajat. Insya Allah, kita yakin ini satu Ramadhan sudah berjalan." Hal senada juga diungkapkan oleh Ihwan, salah seorang jamaah di Masjid Kubah 99, yang menyatakan telah melaksanakan salat tarawih setelah melihat pengumuman di televisi.
Keputusan untuk melaksanakan salat tarawih sebelum pengumuman resmi pemerintah menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Makassar dalam menyambut bulan Ramadan. Mereka tidak ingin menunda ibadah meskipun masih menunggu keputusan resmi. Hal ini mencerminkan ketaatan dan keimanan yang kuat dalam menjalankan ajaran agama Islam.
Kehadiran jamaah yang memadati masjid-masjid di Makassar pada salat tarawih pertama ini juga menjadi bukti betapa pentingnya bulan Ramadan bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang dinantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia, dan Makassar tidak terkecuali.
Penetapan 1 Ramadhan 1446 H oleh Pemerintah Pusat
Pemerintah Pusat akhirnya menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijiriah tahun 2025 jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini berdasarkan keputusan sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Sidang isbat mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat yang menunjukkan bahwa hilal telah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Menag menjelaskan bahwa sidang isbat menyepakati keputusan tersebut karena dua hal: pertama, hasil paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menunjukkan tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia antara 3,10 derajat hingga 4,68 derajat pada hari rukyat 28 Februari 2025; dan kedua, kriteria baru yang ditetapkan MABIMS. Kriteria ini memastikan keseragaman penetapan 1 Ramadhan di beberapa negara anggota MABIMS.
Dengan penetapan ini, seluruh umat Muslim di Indonesia dapat melaksanakan ibadah puasa dan salat tarawih dengan lebih tenang dan khusyuk. Penetapan 1 Ramadhan berdasarkan hasil hisab dan rukyat yang akurat memastikan keselarasan antara perhitungan astronomis dan pengamatan langsung.
Perayaan Ramadan di Makassar tahun ini menjadi bukti kuat akan semangat keimanan dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan ibadah. Meskipun terdapat perbedaan waktu penetapan 1 Ramadhan antara keputusan pemerintah dan pelaksanaan salat tarawih di beberapa masjid, hal ini tidak mengurangi kekhusyukan dan kegembiraan dalam menyambut bulan suci.