Kemenag Sulsel Pilih CPI Makassar sebagai Lokasi Rukyatul Hilal Ramadhan 2025
Kemenag Sulsel menetapkan Kawasan CPI Makassar sebagai lokasi pusat pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadhan 1446 H/2025 M, melibatkan berbagai instansi dalam kegiatan tersebut.

Makassar, 21 Februari 2024 (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) secara resmi menetapkan Kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) Makassar sebagai lokasi utama pelaksanaan Rukyatul Hilal. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau hilal guna menentukan awal Ramadhan 1446 H yang jatuh pada tahun 2025 M. Pemantauan akan dilakukan secara serentak di 125 titik di seluruh Indonesia, termasuk di Makassar, pada tanggal 28 Februari 2025.
Keputusan ini diambil setelah melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak penting. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais) Kanwil Kemenag Sulsel, Abd Gaffar; Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulsel; Rektor UIN Alauddin Makassar; Kepala BMKG Sulsel; dan Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Daerah Sulsel. Lokasi di CPI Makassar dipilih karena dianggap strategis dan memiliki aksesibilitas yang baik.
Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel, Abd Gaffar, menjelaskan bahwa pemantauan hilal di CPI Makassar merupakan bagian dari proses pengumpulan data dari berbagai daerah di Indonesia. Data ini nantinya akan dibahas dalam Sidang Isbat oleh Kemenag RI untuk menentukan awal Ramadhan secara resmi. "Untuk di Sulsel sendiri itu kita sepakat mengambil tempat baru yakni di tempat tertinggi apartemen Kawasan CPI Makassar," ujar Abd Gaffar.
Lokasi Strategis dan Persiapan yang Matang
Pemilihan Kawasan CPI Makassar sebagai lokasi pusat Rukyatul Hilal telah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk aksesibilitas, ketersediaan infrastruktur, dan ketinggian lokasi untuk pengamatan hilal. Lokasi yang dipilih diharapkan dapat memberikan hasil pengamatan yang akurat dan optimal.
Proses pemantauan hilal akan melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk BMKG yang akan memberikan data meteorologi, Badan Hisab Rukyat yang akan melakukan perhitungan astronomis, dan UIN Alauddin Makassar yang akan memberikan perspektif akademis. Kerja sama antar instansi ini diharapkan dapat menghasilkan data yang komprehensif dan akurat.
Kegiatan Rukyatul Hilal di CPI Makassar akan dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid. Acara ini juga akan diisi dengan pemaparan materi tentang Rukyatul Hilal dari berbagai narasumber ahli dari instansi yang terlibat.
Pentingnya Rukyatul Hilal dan Sidang Isbat
Rukyatul Hilal merupakan proses pengamatan hilal, bulan sabit muda, yang merupakan penanda awal bulan Ramadhan dalam kalender Hijriah. Proses ini memiliki signifikansi penting dalam menentukan awal bulan Ramadhan bagi umat Islam di Indonesia.
Hasil pengamatan dari berbagai lokasi di Indonesia, termasuk dari CPI Makassar, akan dikumpulkan dan dibahas dalam Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kemenag RI. Sidang Isbat ini akan mempertimbangkan data rukyatul hilal dan hasil perhitungan hisab untuk menentukan awal Ramadhan secara resmi.
Setelah sidang isbat selesai dan keputusan resmi dikeluarkan, Kanwil Kementerian Agama Sulsel akan segera merilis dan menyampaikan jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H khusus untuk seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Jadwal ini akan menjadi pedoman bagi umat Islam di Sulsel dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi antar instansi, diharapkan pelaksanaan Rukyatul Hilal di CPI Makassar dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat untuk menentukan awal Ramadhan 2025.