Rekor Baru! Pergerakan Penumpang Bandara Ngurah Rai Tembus 73 Ribu Orang di H-3 Lebaran
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, catat rekor pergerakan penumpang tertinggi pada H-3 Lebaran 2025, mencapai 73.550 orang, melampaui angka tahun lalu.

Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali mencatat rekor pergerakan penumpang tertinggi pada H-3 Lebaran 2025, yaitu Jumat, 28 Maret 2025. Sebanyak 73.550 penumpang dilayani pada hari itu, dengan total 420 penerbangan yang beroperasi. Keberhasilan ini terjadi ditengah padatnya lalu lintas di Bali yang juga diramaikan oleh pawai Ogoh-ogoh dalam rangka Hari Pengerupukan.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Posko Angkutan Lebaran 2025 dibuka pada 21 Maret lalu. Angka ini bahkan melampaui jumlah penumpang H-3 Lebaran 2024 sebesar 3 persen, meskipun jumlah pergerakan pesawat sedikit lebih rendah. Pada H-3 Lebaran 2024, tercatat 71.500 penumpang dengan 432 pergerakan pesawat.
Dari total 73.550 penumpang, 31.080 merupakan penumpang domestik dengan 207 penerbangan, sedangkan 42.470 penumpang lainnya adalah penumpang internasional dengan 213 penerbangan. Lonjakan penumpang ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan rata-rata harian pada Januari dan Februari 2025 yang hanya melayani 61.759 penumpang dan 388 pergerakan pesawat. Artinya, terjadi peningkatan 19 persen untuk penumpang dan 10 persen untuk trafik pesawat pada H-3 Lebaran 2025.
Puncak Arus Mudik di Tengah Pawai Ogoh-ogoh
Meskipun puncak arus mudik bertepatan dengan Hari Pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh yang memadati ruas jalan di Bali, termasuk area sekitar bandara, operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan lancar dan terkendali. Hal ini berkat koordinasi dan dukungan dari berbagai instansi terkait yang terlibat dalam Posko Angkutan Lebaran.
"Berkat dukungan dari semua instansi terkait yang terlibat dalam posko angkutan Lebaran, operasional bandara terutama di masa puncak mudik dapat berjalan dengan lancar dan terkendali, dimana terjadi pengalihan lalu lintas di berbagai titik termasuk di sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai," jelas Ahmad Syaugi.
Pengalihan arus lalu lintas dilakukan di berbagai titik untuk mengantisipasi kepadatan akibat pawai Ogoh-ogoh. Pihak bandara juga mengapresiasi kerjasama seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kelancaran operasional bandara.
Antisipasi Lonjakan Penumpang Pasca Lebaran
Menyadari libur Idul Fitri masih cukup panjang dan potensi peningkatan jumlah wisatawan pasca Lebaran, pengelola Bandara Ngurah Rai berjanji akan memperkuat koordinasi dan pengawasan untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga. Meskipun data pergerakan penumpang dan pesawat pada H-1 Lebaran belum lengkap, diperkirakan jumlah penumpang akan mencapai 73 ribu dengan 390 pergerakan pesawat, sedikit lebih rendah dibandingkan H-3.
Sebagai informasi tambahan, Bandara I Gusti Ngurah Rai tutup sementara selama 24 jam pada H-2 Lebaran untuk memperingati Hari Raya Nyepi. Penutupan ini merupakan hal yang rutin dilakukan setiap tahunnya.
Secara keseluruhan, keberhasilan Bandara Ngurah Rai dalam melayani lonjakan penumpang di H-3 Lebaran 2025 menunjukkan kesiapan dan koordinasi yang baik dari berbagai pihak terkait. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk menghadapi lonjakan penumpang di masa mendatang.