Rosan Roeslani: Nahkoda Baru BPI Danantara, Kelola Aset US$900 Miliar
Rosan Roeslani, mantan Dubes AS dan Ketua Kadin, ditunjuk sebagai CEO BPI Danantara yang akan mengelola aset senilai lebih dari US$900 miliar untuk proyek-proyek strategis Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah melantik Rosan Perkasa Roeslani sebagai CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pengangkatan ini menandai tonggak penting dalam pengelolaan investasi strategis Indonesia, di mana Rosan akan memimpin lembaga yang diperkirakan mengelola aset lebih dari US$900 miliar.
Rosan, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM, membawa serta pengalaman luas di bidang pemerintahan dan bisnis. Ia didampingi oleh Dony Oskaria sebagai COO dan Pandu Patria Sjahrir sebagai CIO. Pengalamannya yang beragam, mulai dari jabatan publik hingga kepemimpinan di sektor swasta, menjadikan Rosan figur yang tepat untuk memimpin Danantara.
Peluncuran Danantara menandai era baru transformasi dalam pengelolaan investasi di Indonesia, sejalan dengan visi Astacita untuk mendorong perekonomian nasional ke level yang lebih tinggi melalui investasi berkelanjutan dan inklusif. Dana yang dikelola Danantara, yang diproyeksikan mencapai US$20 miliar di tahap awal, akan dialokasikan untuk proyek-proyek berdampak tinggi di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan.
Profil Rosan Roeslani: Dari Kadin hingga Danantara
Rosan Perkasa Roeslani, lahir di Jakarta pada 31 Desember 1968, memiliki rekam jejak yang gemilang. Ia meraih gelar BA Administrasi Bisnis dari Oklahoma State University dan MBA dari Antwerpen European University. Sebelum berkecimpung di dunia pemerintahan, Rosan telah menorehkan prestasi signifikan di sektor swasta.
Ia pernah mendirikan PT Republik Indonesia Funding bersama Sandiaga Uno dan Elvin Ramli. Pengalamannya sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia (2015-2020) semakin memperkuat posisinya sebagai tokoh berpengaruh di dunia ekonomi Indonesia. Jabatan penting lainnya yang pernah diembannya termasuk Ketua Satgas Omnibus Law (2019), Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin (2019), dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2021-2023).
Pada tahun 2024, Rosan menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN sebelum akhirnya ditunjuk sebagai CEO Danantara. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaannya tercatat mencapai Rp860,71 miliar pada akhir 2023, dan Forbes menempatkannya di peringkat ke-87 orang terkaya di Indonesia pada 2021.
Sebagai CEO Danantara, Rosan akan memimpin berbagai divisi, termasuk Divisi Audit Internal, SDM, dan CEO Office. Ia juga akan bekerja sama dengan Dewan Pengawas yang terdiri dari perwakilan Kementerian/Lembaga, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Dewas.
Strategi Investasi Danantara dan Peran Dewan Pengawas
Danantara akan memiliki Komite Risiko, Komite Investasi dan Portofolio, serta Dewan Penasihat dan Oversight & Accountability Committee. Presiden Prabowo Subianto berencana melibatkan penasihat global dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, China, dan India, untuk memberikan masukan strategis.
Dengan aset yang dikelola mencapai lebih dari US$900 miliar, Danantara akan fokus pada investasi di sektor-sektor strategis. Investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan dan inklusif, sejalan dengan visi Astacita. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong investasi yang berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.
Dewan Pengawas yang terdiri dari berbagai lembaga penting, seperti Kementerian Keuangan, Polri, Kejaksaan Agung, KPK, BPK, dan BPKP, akan berperan penting dalam mengawasi pengelolaan investasi Danantara. Kehadiran lembaga-lembaga ini menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana yang sangat besar tersebut.
Dengan pengalaman dan jaringan luas Rosan Roeslani, serta dukungan dari Dewan Pengawas yang kuat, Danantara diharapkan dapat menjadi motor penggerak transformasi ekonomi Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.
Penunjukan Rosan Roeslani sebagai CEO Danantara merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengelola investasi besar-besaran guna mencapai tujuan pembangunan nasional. Pengalamannya yang mumpuni di berbagai sektor, baik pemerintahan maupun swasta, menjadi modal utama dalam memimpin lembaga yang memiliki tanggung jawab besar ini.