Satpol PP Cianjur Sita 400 Botol Miras Jelang Ramadan
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur menyita ratusan botol miras berbagai merek dan puluhan kantong miras oplosan jelang Ramadan untuk mencegah peredarannya.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyita 403 botol minuman keras (miras) berbagai merek dan 65 kantong miras oplosan pada Jumat, 28 Februari 2024. Razia dilakukan di sejumlah lokasi di Cianjur menyusul laporan masyarakat terkait maraknya peredaran miras, terutama menjelang bulan Ramadan 1446 Hijriah. Langkah ini diambil untuk mencegah peredaran miras dan menjaga ketertiban selama bulan suci. Razia dilakukan dengan cara menyisir sejumlah kios, termasuk kios yang berkedok depot jamu.
Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, memimpin operasi ini. Ia menjelaskan bahwa razia dilakukan sebagai respons atas laporan warga yang resah dengan keberadaan miras di lingkungan sekitar. Pihaknya berkomitmen untuk menciptakan suasana kondusif selama bulan Ramadan.
Penindakan tegas akan diberikan kepada pemilik kios yang kedapatan menjual miras. Selain penyitaan, Satpol PP juga memberikan pembinaan dan memasang stiker peringatan di kios-kios yang terbukti melanggar peraturan daerah (Perda) terkait peredaran miras. Kerjasama dengan kepolisian juga akan dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan penindakan.
Razia Miras di Cianjur: Langkah Pencegahan Jelang Ramadan
Razia yang dilakukan Satpol PP Cianjur berhasil mengamankan ratusan botol miras berbagai merek dan puluhan kantong miras oplosan. Miras-miras tersebut disita dari berbagai kios, termasuk kios yang menyamarkan usahanya sebagai depot jamu. Hal ini menunjukkan bahwa peredaran miras di Cianjur cukup meresahkan masyarakat.
Djoko Purnomo menegaskan komitmen Satpol PP untuk memberantas peredaran miras di Cianjur. Pemilik kios yang kedapatan menjual miras akan dikenai sanksi tegas sesuai Perda yang berlaku. Pihaknya juga akan meningkatkan patroli dan razia gabungan bersama kepolisian selama bulan Ramadan.
Selain itu, Satpol PP juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan patroli gabungan guna mencegah peredaran miras selama bulan Ramadan. Kerjasama antar instansi ini diharapkan dapat menciptakan efek jera bagi para penjual miras dan menjaga kondusivitas wilayah.
Warga Cianjur juga diimbau untuk turut serta berperan aktif dalam memberantas peredaran miras dengan melaporkan setiap temuan kepada pihak berwajib. Kerjasama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Pembinaan dan Sanksi bagi Pelaku
Tidak hanya melakukan penyitaan, Satpol PP Cianjur juga memberikan pembinaan kepada pemilik kios yang kedapatan menjual miras. Pembinaan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bahaya miras dan dampaknya terhadap masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.
Namun, bagi mereka yang kembali mengulangi kesalahan, Satpol PP tidak segan-segan memberikan sanksi tegas sesuai Perda yang berlaku. Sanksi tersebut dapat berupa denda, penutupan usaha, bahkan proses hukum lebih lanjut. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera dan mencegah peredaran miras di Cianjur.
Sebagai bentuk pengawasan, Satpol PP juga memasang stiker peringatan di setiap kios yang kedapatan menjual miras. Stiker tersebut sebagai tanda bahwa kios tersebut dalam pengawasan dan akan dikenai sanksi tegas jika kembali melanggar peraturan.
Langkah tegas ini diharapkan dapat menekan angka peredaran miras di Cianjur dan menciptakan suasana yang kondusif selama bulan Ramadan. Satpol PP berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran miras di wilayah Cianjur.
Pengawasan Rumah Makan dan Warung Nasi
Selain razia miras, Satpol PP Cianjur juga akan meningkatkan pengawasan terhadap rumah makan dan warung nasi selama bulan Ramadan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa jam operasional usaha kuliner tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Djoko Purnomo menjelaskan bahwa rumah makan dan warung nasi hanya diperbolehkan beroperasi menjelang waktu berbuka puasa. Mereka hanya boleh melayani pemesanan sebelum waktu berbuka puasa. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kesucian bulan Ramadan.
Pihaknya akan melakukan razia rutin secara acak untuk memastikan tidak ada rumah makan atau warung nasi yang buka siang hari selama bulan Ramadan. Sanksi tegas akan diberikan kepada pemilik usaha yang melanggar aturan tersebut.
Dengan berbagai upaya tersebut, Satpol PP Cianjur berharap dapat menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif selama bulan Ramadan di wilayah Cianjur.
Satpol PP Cianjur mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan. Laporan dari masyarakat sangat penting untuk membantu petugas dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi.