Semangat Idul Fitri: Menteri LH Ajak Rawat Bumi, Jaga Lingkungan
Menteri Lingkungan Hidup mengajak masyarakat untuk melanjutkan semangat Idul Fitri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi sampah demi masa depan yang lebih baik.

Jakarta, 31 Maret 2025 - Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menyerukan agar semangat Idul Fitri 1446 H yang baru saja dirayakan dapat diteruskan dalam upaya merawat bumi dan menjaga lingkungan. Pernyataan ini disampaikan melalui siaran pers pada Senin, bertepatan dengan hari raya Idul Fitri yang ditetapkan pemerintah.
Hanif Faisol Nurofiq berharap perayaan Idul Fitri membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Indonesia. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya semangat hari kemenangan ini untuk diimplementasikan dalam aksi nyata pelestarian lingkungan. "Mari kita jadikan semangat Idul Fitri ini sebagai motivasi untuk lebih bijak dalam merawat bumi, mengurangi sampah dan menjaga keseimbangan ekosistem," ujarnya dalam pernyataan tersebut.
Ajakan ini disampaikan seiring dengan penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1446 H pada tanggal 31 Maret 2025 oleh Kementerian Agama RI. Perayaan Idul Fitri tahun ini turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta, bersama para menteri Kabinet Merah Putih.
Momentum Idul Fitri untuk Kesadaran Lingkungan
Menteri LH menekankan pentingnya meneruskan nilai-nilai spiritual Idul Fitri ke dalam tindakan nyata menjaga lingkungan. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian yang muncul selama Ramadan hendaknya tidak hanya berhenti setelah Idul Fitri. Hal ini penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam.
Hanif Faisol Nurofiq juga menambahkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berkontribusi, mulai dari hal kecil seperti mengurangi sampah hingga partisipasi dalam program-program pelestarian lingkungan yang lebih besar.
Lebih lanjut, Menteri LH berharap agar semangat Idul Fitri dapat menginspirasi inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan lingkungan. Inovasi teknologi dan pendekatan yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi Indonesia.
Dengan semangat Idul Fitri, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
Idul Fitri: Manifestasi Kebaikan dan Pembangunan Sosial
Sementara itu, dalam khotbah Shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Guru Besar sekaligus Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan manifestasi kebaikan terhadap sesama. Beliau menekankan bahwa ibadah puasa tidak hanya berfokus pada perbaikan spiritual individu, tetapi juga sebagai modal sosial untuk membangun masyarakat yang lebih baik.
Pesan ini sejalan dengan ajakan Menteri LH untuk merawat bumi. Kebaikan terhadap sesama juga mencakup tanggung jawab menjaga lingkungan hidup yang menjadi tempat tinggal bersama. Dengan demikian, semangat Idul Fitri dapat menjadi penggerak perubahan menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Khotbah tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan. Semangat persatuan ini juga dapat diwujudkan dalam kerja sama menjaga kelestarian lingkungan, karena permasalahan lingkungan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
Kesimpulannya, momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi waktu untuk merayakan kemenangan, tetapi juga untuk merefleksikan diri dan berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Ajakan Menteri LH untuk melanjutkan semangat Idul Fitri dalam merawat bumi perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat.