Shalat Idul Fitri 1446 H di Ambon: Suasana Khidmat di Lapangan Merdeka
Umat Muslim Ambon laksanakan Shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Merdeka dengan khidmat, Wakil Gubernur Maluku sampaikan pesan refleksi Ramadhan.

Umat Muslim di Kota Ambon, Maluku, merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah atau 2025 Masehi dengan melaksanakan Shalat Id di Lapangan Merdeka. Shalat Id yang dimulai pukul 07.30 WIT ini dihadiri ribuan jamaah, dipimpin oleh Imam Ustadz Ibnujarir, dan khotbah disampaikan oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath. Perayaan ini menjadi bukti nyata keimanan dan kebersamaan umat Muslim di Ambon.
Ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Ambon telah memadati Lapangan Merdeka sejak pukul 05.30 WIT. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan area sekitar Lapangan Merdeka seperti Taman Pattimura, ruas jalan Sultan Hairun, dan pelataran Kantor Gubernur Maluku juga dipenuhi jamaah. Mereka melaksanakan shalat dengan khusyuk, sebagian menggunakan tikar, dan sebagian lainnya menggunakan koran bekas sebagai alas.
Perayaan Idul Fitri di Ambon tahun ini bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan toleransi antar umat beragama. Kehadiran puluhan pemuda lintas agama yang turut mengawal jalannya shalat Id menjadi bukti nyata harmoni dan kedamaian yang terjaga di daerah tersebut. Hal ini menunjukkan keberagaman di Ambon tetap terjaga dengan baik.
Refleksi Ramadhan dari Wakil Gubernur Maluku
Dalam khutbahnya, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menyampaikan pesan refleksi atas berakhirnya bulan Ramadhan. Beliau menekankan pentingnya kemenangan sejati yang merdeka dari perbudakan hawa nafsu. "Sepatutnya hari ini kita merayakan kemenangan sejati yang merdeka dari perbudakan hawa nafsu," katanya. Pesan ini mengajak umat Muslim untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan akan pentingnya pembelajaran dari bulan Ramadhan agar terhindar dari nafsu amarah dan tipu daya setan. "Nafsu itu mengakibatkan umat manusia dari masa ke masa terjerumus ke dalam kemungkaran," jelasnya, mencontohkan kisah Nabi Adam, Habil dan Qabil, hingga Firaun. Hal ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian diri dan ketaatan kepada Allah SWT.
Wakil Gubernur juga mengajak umat Muslim untuk meningkatkan keislaman dan keikhlasan dalam beribadah. Beliau menekankan pentingnya membangun budaya "kalesang diri", yaitu berbenah diri dengan menjaga kebersihan, kesehatan, merawat keluarga, menuntut ilmu, berusaha, dan merawat persaudaraan untuk membangun Maluku yang lebih baik. Pesan ini mengajak pada pembangunan karakter dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat persatuan dan toleransi, pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Ambon tahun ini berjalan lancar dan khidmat. Kehadiran aparat keamanan dan pemuda lintas agama turut menjamin keamanan dan kelancaran ibadah. Suasana yang penuh kekhusyukan dan kebersamaan menjadi gambaran indah perayaan Idul Fitri di Ambon.
Selain itu, perayaan Idul Fitri di Ambon juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama. Banyak warga yang saling bermaaf-maafan dan mengunjungi sanak saudara setelah melaksanakan shalat Id. Hal ini mencerminkan nilai-nilai keislaman yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Ambon.
Toleransi Antar Umat Beragama di Ambon
Pengawalan puluhan pemuda lintas agama dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Ambon menjadi bukti nyata toleransi antar umat beragama di daerah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kerukunan dan kedamaian tetap terjaga dengan baik di tengah keberagaman masyarakat. Kehadiran pemuda lintas agama ini juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jamaah yang melaksanakan shalat Id.
Toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Ambon telah lama terjalin dengan baik. Berbagai kegiatan keagamaan dari berbagai agama selalu berjalan dengan lancar dan damai. Hal ini menjadi modal utama bagi pembangunan daerah dan menciptakan suasana yang kondusif bagi seluruh warga Ambon.
Keberhasilan pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Ambon tahun ini menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di Indonesia. Kerukunan dan toleransi antar umat beragama merupakan kunci utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.