Sistem Buka Tutup Diterapkan di Jalur Longsor Rejang Lebong, Arus Mudik Lebaran Terganggu
Longsor di Jalan Lintas Bengkulu-Sumsel, Rejang Lebong, menyebabkan sistem buka tutup diberlakukan, mengganggu arus mudik Lebaran dan antrean kendaraan hingga beberapa kilometer.

Rejang Lebong, Bengkulu, 2 April 2025 - Tanah longsor kembali terjadi di Jalan Lintas Bengkulu-Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Taba Padang, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Kejadian ini menyebabkan aparat Polres Rejang Lebong memberlakukan sistem buka tutup jalur mudik, mengakibatkan kemacetan panjang dan menghambat arus kendaraan, terutama pada H2 Lebaran Idul Fitri 1446 H.
Longsor yang terjadi pada Selasa (1 April 2025) sore ini merupakan kejadian berulang di titik yang sama. Sistem buka tutup diberlakukan sejak Selasa sore karena jalan hanya bisa dilalui satu lajur akibat material longsor yang menutup sebagian badan jalan. Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Wiyanto, menyatakan bahwa petugas telah diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kelancaran perjalanan.
Banyaknya kendaraan yang melintas, terutama dari Provinsi Sumsel yang hendak menuju Bengkulu untuk berwisata atau bersilaturahmi, menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang, bahkan hingga beberapa kilometer. Kondisi ini semakin diperparah dengan jalan yang licin akibat material tanah liat sisa longsor yang terbawa air hujan.
Pengawalan Kendaraan BBM dan Antisipasi Longsor Susulan
Polisi tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga mengawal kendaraan pengangkut BBM dari Lubuklinggau menuju Curup dan Bengkulu. AKP Wiyanto menjelaskan, pengawalan ini penting untuk mencegah kekosongan BBM akibat keterlambatan pengiriman. "Petugas Satlantas Polres Rejang Lebong juga melakukan pengawalan guna membantu kelancaran kendaraan pengangkut BBM yang datang dari arah Kota Lubuklinggau menuju Curup dan Kota Bengkulu. Hal ini penting kalau mereka terlambat akan menyebabkan kekosongan BBM," terangnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rejang Lebong, Shalahuddin, menambahkan bahwa longsor pertama kali terjadi pada 17 Maret 2025. Tebing setinggi 20 meter longsor dan menimbun badan jalan sepanjang 150 meter dengan ketebalan tanah hingga tiga meter. Meskipun longsor pada 1 April tidak menutup seluruh jalan, namun material longsor membuat jalanan licin dan membahayakan pengendara.
Antisipasi terhadap longsor susulan terus dilakukan. BPBD telah menyiapkan satu unit alat berat jenis loader dan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk segera menangani jika terjadi longsor susulan selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri.
Sistem buka tutup jalur ini tentunya menimbulkan kendala bagi para pemudik. Antrean kendaraan yang panjang dan jalan yang licin memerlukan kesabaran dan kewaspadaan ekstra bagi pengendara yang melintasi jalur tersebut. Pihak berwenang mengimbau para pemudik untuk selalu berhati-hati dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Semoga upaya dari pihak berwenang dapat meminimalisir dampak longsor dan memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri di wilayah Rejang Lebong.