Longsor di Jalur Mudik Rejang Lebong Berhasil Dievakuasi
BPBD Rejang Lebong berhasil evakuasi material longsor di jalur mudik Desa Taba Padang, Kecamatan Binduriang, setelah sebelumnya sempat menyebabkan kemacetan panjang.

Rejang Lebong, Bengkulu, 03 April 2025 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, berhasil mengatasi kendala tanah longsor di jalur mudik Lebaran. Longsor yang terjadi di Desa Taba Padang, Kecamatan Binduriang, telah menyebabkan kemacetan signifikan, namun kini telah berhasil ditangani.
Longsor pertama terjadi pada 17 Maret 2025, disusul longsor susulan pada 2 April 2025. Meskipun longsor susulan tidak sepenuhnya menutup jalan, namun badan jalan menyempit dan mengakibatkan kemacetan panjang. Proses evakuasi material longsor melibatkan berbagai pihak dan berlangsung selama beberapa jam.
Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong, Shalahuddin, menyatakan bahwa material longsor berupa tanah merah telah berhasil disingkirkan sekitar pukul 14.30 WIB pada tanggal 3 April 2025. Kini, jalur tersebut telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari dua arah.
Proses Evakuasi Material Longsor
Proses evakuasi material longsor melibatkan satu alat berat loader milik BPBD Rejang Lebong. Petugas TNI, Polri, Dinas PUPR Rejang Lebong, Balai Jalan Provinsi Bengkulu, relawan BPBD, dan masyarakat Desa Taba Padang turut berpartisipasi dalam operasi ini. Proses pembersihan berlangsung dari pukul 07.40 WIB hingga 14.30 WIB.
Selama proses evakuasi, petugas TNI dan Polri mengawal jalannya lalu lintas dengan sistem buka tutup untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Hal ini dilakukan mengingat jalan sempat menyempit akibat longsor.
Shalahuddin menjelaskan bahwa longsor disebabkan oleh tingginya curah hujan di wilayah tersebut. Tebing setinggi 20 meter longsor dan menyebabkan material menimbun jalan sepanjang 150 meter dengan ketebalan 3 meter. Longsor pertama pada 17 Maret 2025 bahkan sempat membuat satu kendaraan boks terjebak, namun beruntung tidak ada korban jiwa.
Dampak Longsor dan Penanganan Lalu Lintas
Jalan Lintas Bengkulu-Sumsel atau Jalan Lintas Curup-Kota Lubuklinggau sempat lumpuh total selama tujuh jam akibat longsor pertama. Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Wiyanto, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem buka tutup untuk mengatur lalu lintas di lokasi longsor.
Kendaraan dari arah Kota Lubuklinggau menuju Bengkulu dan sebaliknya diatur secara bergantian. Petugas juga mengawal kendaraan pengangkut BBM dari Kota Lubuklinggau untuk memastikan distribusi BBM ke berbagai daerah di Provinsi Bengkulu tetap berjalan lancar.
AKP Wiyanto memastikan bahwa saat ini Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau di lokasi longsor Desa Taba Padang sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari dua lajur. Situasi lalu lintas telah kembali kondusif berkat kerja sama berbagai pihak.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di musim hujan. Kerja sama yang solid antara BPBD, aparat keamanan, instansi terkait, dan masyarakat terbukti efektif dalam mengatasi bencana dan meminimalisir dampaknya terhadap masyarakat.