Sleman Intensifkan "Booster Day" Vaksin PMK: Percepat Vaksinasi, Tekan Penyebaran
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman gencar menggelar "Booster Day" vaksinasi PMK untuk mempercepat vaksinasi dan menekan penyebaran penyakit tersebut di wilayahnya, menargetkan 6.825 dosis vaksin pada Februari 2025.

Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tengah berjuang melawan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Untuk itu, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mengambil langkah cepat dan intensif dengan menggelar program "Booster Day" vaksinasi PMK. Program ini diluncurkan untuk mempercepat vaksinasi dan menekan penyebaran PMK di wilayah tersebut.
Vaksinasi PMK di Sleman: Target dan Realisasi
Pada bulan Februari 2025, Kabupaten Sleman menerima alokasi vaksin PMK sebanyak 6.825 dosis. Vaksin tersebut didistribusikan ke 14 pusat kesehatan hewan (puskeswan) di seluruh wilayah Sleman. Hingga tanggal 13 Februari 2025, realisasi vaksinasi mencapai 2.561 dosis atau sekitar 37,5 persen dari total alokasi. Angka ini menunjukkan masih terdapat kebutuhan percepatan dalam program vaksinasi untuk mencapai herd immunity.
Alokasi vaksin di setiap puskeswan berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah ternak di masing-masing wilayah. Puskeswan Cangkringan misalnya, menerima alokasi terbesar yaitu 1525 dosis, sementara Puskeswan Gamping hanya menerima 150 dosis. Distribusi vaksin yang merata diharapkan dapat menjangkau seluruh populasi ternak yang rentan terhadap PMK di Kabupaten Sleman.
"Booster Day": Strategi Percepatan Vaksinasi
Pelaksana Tugas (Plt) DP3 Sleman, Suparmono, menjelaskan bahwa inisiatif "Booster Day" bertujuan untuk mempercepat proses vaksinasi. Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan Universitas Gadah Mada (UGM). Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengatasi wabah PMK.
"Booster Day" pertama di Sleman dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2025 di tujuh puskeswan. Hasilnya cukup menggembirakan, dengan capaian vaksinasi sebanyak 574 dosis, meliputi 552 sapi dan 44 kambing/domba. Kegiatan "Booster Day" selanjutnya direncanakan pada tanggal 18 Februari 2025, melibatkan empat puskeswan lainnya. Upaya ini menunjukkan komitmen untuk bergerak cepat dan mencegah meluasnya penyebaran PMK.
Distribusi Vaksin dan Sasaran
- Puskeswan Seyegan: 300 dosis
- Puskeswan Pakem: 375 dosis
- Puskeswan Turi: 300 dosis
- Puskeswan Ngaglik: 300 dosis
- Puskeswan Ngemplak (Ngemplak & Kalasan): 625 dosis
- Puskeswan Sleman (Sleman & Mlati): 900 dosis
- Puskeswan Moyudan (Moyudan & Minggir): 300 dosis
- Puskeswan Gamping: 150 dosis
- Puskeswan Godean: 75 dosis
- Puskeswan Tempel: 450 dosis
- Puskeswan Cangkringan: 1525 dosis
- Puskeswan Prambanan: 750 dosis
- Puskeswan Depok: 75 dosis
- Puskeswan Berbah: 600 dosis
Vaksinasi PMK dimulai sejak 3 Februari 2025 dan terus dilakukan secara intensif. Dengan adanya program "Booster Day", diharapkan target vaksinasi 6.825 dosis dapat tercapai dan penyebaran PMK di Sleman dapat segera ditekan.
Kesimpulan
Program "Booster Day" vaksinasi PMK di Sleman merupakan langkah strategis untuk mempercepat vaksinasi dan mencegah penyebaran PMK. Kolaborasi antar instansi dan komitmen untuk bergerak cepat menjadi kunci keberhasilan program ini. Semoga upaya ini dapat melindungi populasi ternak di Sleman dan mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar.