Sukses Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah 2025: OJK Salurkan Rp4,6 Triliun Pembiayaan
OJK laporkan keberhasilan GERAK Syariah 2025 dengan penyaluran pembiayaan Rp4,6 triliun dan penghimpunan dana masyarakat Rp1,9 triliun, mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Jakarta, 26 Maret 2025 - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan keberhasilan Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2025. Kampanye yang berlangsung selama sebulan, dari 23 Februari hingga 31 Maret 2025, berhasil menyalurkan pembiayaan syariah senilai Rp4,6 triliun dan menghimpun dana masyarakat sebesar Rp1,9 triliun. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Program ini menjawab pertanyaan apa (penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana), siapa (OJK), di mana (seluruh Indonesia), kapan (23 Februari - 31 Maret 2025), mengapa (meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah), dan bagaimana (melalui berbagai kegiatan literasi, inklusi, dan sosial).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan rasa puas atas pencapaian tersebut. "Selama sebulan kami melakukan GERAK Syariah ini, ternyata angka pencapaiannya luar biasa. Terutama juga bisa dihitung inklusinya yaitu penghimpunan dari masyarakat sekitar Rp1,9 triliun. Kemudian untuk pembiayaannya Rp4,6 triliun," ujar Friderica dalam konferensi pers di Jakarta.
Keberhasilan GERAK Syariah 2025 tidak hanya terlihat dari angka penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana, tetapi juga dari dampak sosialnya. Kampanye ini juga berhasil mengumpulkan dana kegiatan sosial sebesar Rp30,75 miliar, meningkat 326,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kegiatan sosial berbasis syariah.
Capaian GERAK Syariah 2025: Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
GERAK Syariah 2025 telah menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Tercatat 1.435 kegiatan literasi keuangan syariah, 556 kegiatan inklusi keuangan syariah, dan 872 kegiatan sosial telah diikuti oleh 6,35 juta peserta. Program ini memberikan manfaat sosial kepada 158.203 penerima manfaat. Angka-angka ini menunjukkan dampak yang signifikan dari kampanye ini dalam menjangkau masyarakat luas.
Menurut Friderica, kampanye ini sangat penting mengingat tingkat inklusi dan literasi keuangan syariah di Indonesia masih relatif rendah, masing-masing baru mencapai 12 persen dan 39 persen. "Kegiatan ini merupakan komitmen kami semua untuk menggerakkan dan meningkatkan keuangan syariah," tegasnya. Upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah ini sejalan dengan target pemerintah untuk mengembangkan sektor ekonomi syariah di Indonesia.
Program GERAK Syariah 2025 juga berhasil menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk di daerah pedesaan. Hal ini menunjukkan komitmen OJK untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan memastikan akses keuangan yang merata.
Ekspansi Program EPIKS ke Desa: Memperluas Akses Keuangan Syariah
Sebagai tindak lanjut dari GERAK Syariah 2025, OJK meluncurkan program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Desa. Program ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem keuangan syariah di pedesaan dengan memberdayakan Penyuluh Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai Agen Laku Pandai Syariah.
Program EPIKS sebelumnya difokuskan pada pondok pesantren dan institusi pendidikan. Namun, melihat potensi yang besar di pedesaan, OJK memperluas implementasi program ini dengan berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Kementerian Agama. BUMDes akan berperan sebagai agen laku pandai, sementara Kementerian Agama akan menjadi penyuluh keuangan syariah.
Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M Ismail Riyadi, menjelaskan bahwa model EPIKS yang berbasis komunitas juga sedang dikembangkan. Kerja sama antar kementerian dan lembaga ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendorong pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat pedesaan terhadap layanan keuangan syariah yang terjangkau dan mudah diakses.
Dengan keberhasilan GERAK Syariah 2025 dan peluncuran EPIKS di Desa, OJK menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah di Indonesia. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara lebih luas.