TNI Minta Masyarakat Laporkan Prajurit yang Intimidasi Demonstran
Mabes TNI meminta masyarakat untuk melaporkan tindakan intimidasi yang dilakukan prajurit TNI terhadap demonstran, menekankan pentingnya sikap humanis dan menjaga kondusivitas demonstrasi.

Jakarta, 27 Maret 2024 - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi, mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindakan intimidasi atau kekerasan yang dilakukan oleh prajurit TNI terhadap para demonstran. Pernyataan ini disampaikan menyusul aksi demonstrasi penolakan UU TNI yang berlangsung di berbagai daerah.
Brigjen TNI Kristomei menekankan pentingnya sikap humanis dari para prajurit TNI dalam mengawal jalannya demonstrasi. Kehadiran TNI, menurutnya, bertujuan untuk memastikan demonstrasi berlangsung aman dan kondusif, bukan untuk mengintimidasi peserta aksi. Beliau menyampaikan permohonan maaf apabila ada prajurit yang bertindak di luar batas dan meminta masyarakat untuk memberikan bukti-bukti pelanggaran tersebut kepada polisi militer setempat agar dapat diproses secara hukum. "Apabila memang ditemukan prajurit TNI itu melakukan kekerasan, artinya, dan ini kami juga mohon maaf, tolong kalian ada bukti-buktinya, serahkan kepada polisi militer setempat, sehingga kita bisa proses hukum," tegasnya saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Imbauan ini bukan hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga kepada seluruh prajurit TNI. Brigjen TNI Kristomei secara tegas memerintahkan seluruh prajurit untuk menghindari provokasi dan tetap bersikap tenang meskipun terjadi benturan dengan massa. Sikap profesional dan terukur sangat penting untuk mencegah terjadinya keributan dan menjaga situasi tetap kondusif. Dalam konteks bulan Ramadan, beliau juga mengajak semua pihak untuk saling menahan diri dan menghormati satu sama lain.
Sikap Humanis dan Netralitas TNI
Brigjen TNI Kristomei menjelaskan bahwa peran TNI dalam mengamankan demonstrasi adalah untuk memastikan hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum tetap terjamin. TNI, katanya, hadir untuk menjaga agar demonstrasi berjalan dengan tertib dan aman, bukan untuk menghalangi atau mengintimidasi para demonstran. Oleh karena itu, setiap tindakan yang melanggar prinsip humanis dan netralitas TNI akan ditindak tegas.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan melaporkan setiap pelanggaran yang dilakukan oleh oknum TNI, masyarakat turut berkontribusi dalam menegakkan hukum dan menjaga citra positif TNI di mata publik. Hal ini juga penting untuk menjamin agar demonstrasi dapat berjalan sesuai dengan koridor hukum dan tidak menimbulkan anarki.
Dalam konteks bulan suci Ramadan, Brigjen TNI Kristomei juga mengajak semua pihak untuk saling menghormati dan menahan diri. Beliau berharap agar demonstrasi dapat berjalan dengan lancar, tanpa kekerasan dan saling provokasi. "Jangan saling memprovokasi, apalagi ini bulan Ramadan, bulan suci, harusnya bisa saling kita menjaga diri," imbuhnya.
Pentingnya Bukti dan Pelaporan yang Tepat
Proses hukum atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI akan berjalan efektif jika didukung oleh bukti-bukti yang kuat dan akurat. Masyarakat yang memiliki bukti, seperti video atau foto, sangat diimbau untuk melaporkannya kepada pihak yang berwenang, yaitu polisi militer setempat. Laporan yang jelas dan terstruktur akan mempermudah proses investigasi dan penegakan hukum.
Kapuspen Mabes TNI juga menekankan pentingnya menjaga objektivitas dan menghindari penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks. Informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu proses hukum. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengkonfirmasi kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan TNI, diharapkan demonstrasi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan koridor hukum. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di negara ini.
Dengan demikian, demonstrasi dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan aspirasi masyarakat tanpa harus menimbulkan kekerasan atau keributan. Semua pihak perlu berperan aktif dalam menjaga kondusivitas demonstrasi, baik dari sisi peserta aksi maupun aparat keamanan.
Semoga dengan adanya imbauan ini, tindakan intimidasi oleh oknum TNI dapat diminimalisir dan demonstrasi dapat berjalan dengan damai dan tertib.