Tol Padang-Sicincin Tersibuk Selama Libur Lebaran: Hampir 10.000 Kendaraan Melintas!
Volume kendaraan di Tol Padang-Sicincin tercatat tertinggi selama libur Idul Fitri 2025, mencapai hampir 10.000 unit, melampaui ruas tol fungsional lainnya di Sumatera.

Pada Hari Raya Idul Fitri kedua, tepatnya 1 April 2025, ruas Tol Padang-Sicincin di Sumatera Barat mencatatkan volume kendaraan tertinggi dibandingkan dua ruas tol fungsional lainnya di Pulau Sumatera. Hutama Karya, pengelola jalan tol, melaporkan jumlah kendaraan yang melintas mencapai angka 9.602 unit. Kejadian ini terjadi di tengah libur Lebaran 1446 Hijriah, yang menyebabkan peningkatan signifikan lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol Trans Sumatera.
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Persero, Adjib Al Hakim, mengumumkan data tersebut di Padang pada Rabu. Menurutnya, tingginya volume kendaraan di Tol Padang-Sicincin menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jalan tol ini selama periode mudik Lebaran. Hal ini juga menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur jalan tol yang memadai untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Data ini membandingkan Tol Padang-Sicincin dengan dua ruas tol fungsional lainnya yang dioperasikan Hutama Karya selama libur Lebaran. Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum-Padang Tiji) mencatat 4.106 kendaraan, sementara Tol Palembang-Betung (Kramasan-Pangkalan Balai) hanya 2.199 kendaraan. Total kendaraan yang melintas di ketiga ruas tol fungsional tersebut mencapai 15.907 unit.
Kemacetan di Simpang Sebidang dan Upaya Penanganannya
Tingginya volume kendaraan di Tol Padang-Sicincin juga menyebabkan kepadatan di simpang sebidang jalan nasional yang beririsan dengan pintu keluar Tol Tarok City pada Selasa, 1 April 2025. Kemacetan ini berdampak pada antrean kendaraan yang hendak keluar dari pintu Tol Kapalo Hilalang. Untuk mengantisipasi hal ini, Hutama Karya berkoordinasi dengan Polda Sumbar untuk mengurai kemacetan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penutupan sementara pintu masuk Tol Padang-Sicincin dari arah Bypass. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi volume kendaraan yang masuk ke ruas tol dan mencegah semakin parahnya kemacetan. Koordinasi yang baik antara pihak pengelola jalan tol dan pihak kepolisian sangat penting untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama periode puncak arus mudik dan balik.
Meskipun terjadi kepadatan, upaya antisipasi yang dilakukan terbukti efektif dalam mengendalikan situasi. Kerjasama antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi tantangan lalu lintas di jalan tol selama periode libur Lebaran.
Trafik Jalan Tol Trans Sumatera Meningkat Signifikan
Secara keseluruhan, trafik kendaraan yang melintasi Jalan Tol Trans Sumatera selama periode tersebut tercatat sebanyak 179.576 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 148,1 persen dibandingkan dengan trafik normal pada hari yang sama. Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran dan semakin meningkatnya penggunaan jalan tol sebagai jalur utama perjalanan.
Hutama Karya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan memastikan kenyamanan pengguna jalan tol. "Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk menciptakan pengalaman mudik yang tenang dan menyenangkan di Jalan Tol Trans Sumatera," ujar Adjib Al Hakim.
Data ini menunjukkan kesuksesan infrastruktur jalan tol dalam menunjang mobilitas masyarakat selama libur Lebaran. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam mengelola volume kendaraan yang tinggi di titik-titik tertentu. Koordinasi yang baik antara berbagai pihak, termasuk pengelola jalan tol dan pihak kepolisian, akan terus menjadi kunci dalam memastikan kelancaran lalu lintas di masa mendatang.
Ke depannya, peningkatan kapasitas dan pengelolaan lalu lintas di ruas-ruas tol yang padat perlu terus ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, terutama di masa-masa puncak seperti libur Lebaran.