Tradisi Pasiar Lebaran di Poso Jaga Silaturahmi dan Kerukunan Antar Umat
Pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, lestarikan tradisi pasiar Lebaran untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan antar-umat beragama di tengah keberagaman masyarakat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, melaksanakan tradisi pasiar atau saling berkunjung selama perayaan Idul Fitri. Tradisi ini bertujuan untuk menjaga silaturahmi, mempererat hubungan antar masyarakat, dan berbagi kebahagiaan di tengah keberagaman masyarakat Poso. Kegiatan ini melibatkan Bupati Poso, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang, menekankan pentingnya tradisi pasiar dalam membangun kerukunan dan saling pengertian. "Tradisi ini sangat penting untuk membangun kerukunan dan saling pengertian di antara kita. Momen Lebaran ini menjadi kesempatan yang baik bagi semua elemen masyarakat untuk saling berbagi kebahagiaan," ungkap Bupati Poso di Poso, Selasa (01/04).
Kunjungan silaturahmi tersebut dilakukan ke berbagai OPD dan tokoh agama di Kabupaten Poso. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk merangkul seluruh elemen masyarakat dan memastikan perayaan Idul Fitri berjalan dengan damai dan harmonis.
Silaturahmi dan Harmoni di Tengah Keberagaman
Melalui tradisi pasiar, Pemerintah Kabupaten Poso berharap kebersamaan yang terjalin selama bulan Ramadhan dapat terus dipertahankan. Semangat Idul Fitri diharapkan dapat memperkokoh harmoni dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Bupati Poso mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan.
Bupati Verna GM Inkiriwang juga menyampaikan bahwa Lebaran bukan hanya perayaan spiritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Beliau menekankan pentingnya kebersamaan dan persatuan dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan di Kabupaten Poso.
Tradisi pasiar, menurut Bupati, merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Harapannya, Poso dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kerukunan dan toleransi.
Dengan saling menghormati dan memahami, masyarakat Poso optimistis dapat terus hidup dalam kedamaian dan harmoni. Hal ini sejalan dengan semangat Idul Fitri yang mengajarkan nilai-nilai persaudaraan, saling memaafkan, dan kebersamaan.
Pentingnya Mempertahankan Tradisi Pasiar
Tradisi pasiar Lebaran di Poso bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan sosial masyarakat. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian integral dari budaya masyarakat Poso.
Dengan adanya kunjungan silaturahmi dari pemerintah daerah, tradisi pasiar semakin mendapat dukungan dan perhatian. Hal ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi yang sarat dengan nilai-nilai luhur tersebut.
Pemerintah Kabupaten Poso berkomitmen untuk terus mendukung dan melestarikan tradisi pasiar Lebaran. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat yang beragam.
Keberhasilan Poso dalam menjaga kerukunan antar umat beragama menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di Indonesia. Semoga tradisi pasiar ini dapat terus dijaga dan dilestarikan sehingga Poso tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Poso dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan membangun hubungan yang lebih harmonis. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Poso.
Pesan Bupati Poso
Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang, menyampaikan pesan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan dalam sambutannya. Beliau berharap tradisi pasiar ini dapat terus dipertahankan sebagai wujud nyata komitmen masyarakat Poso dalam membangun kehidupan yang rukun dan damai.
"Dengan saling menghormati dan memahami, masyarakat Poso optimistis dapat terus hidup dalam kedamaian dan harmoni," ujar Bupati Poso. Pesan ini menjadi penegasan pentingnya menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Poso.
Tradisi pasiar Lebaran di Poso menjadi contoh yang baik bagi daerah lain dalam menjaga kerukunan antar-umat beragama. Semoga tradisi ini dapat terus lestari dan menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.